Dolalak, Jaran Kepang, dan Topeng Ireng Meriahkan Lomba Tari Kreasi di SMPN 31 Purworejo

PURWOREJO, Sebagai wujud dari proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila, SMPN 31 Purworejo menggelar lomba Tari Kreasi bertema kearifan lokal. Tak pelak, halaman sekolah yang terletak di Jalan Brigjen Katamso itu berubah menjadi ajang pentas seni tari Dolalak, Jarang kepang, dan Topeng Ireng pada Senin (3/10) pagi hingga siang.

Siswa lainnya yang menjadi penonton pun tak kalah heboh saat teman mereka tampil. Meski mendung dan gerimis masih tersisa, mereka tampil antusias dengan dukungan meriah para suporter.

Kepala SMPN 31 Wahyu Kurnia Lestari, M.Pd kepada Purworejo News menyampaikan, lomba diadakan selama dua hari yakni Senin dan Selasa, diikuti 24 kelompok yang dibagi dalam dua hari tersebut. Adapun peserta berasal dari siswa kelas 7.

“Setiap kelas dibagi empat kelompok. Mereka bebas memilih tari sesuai minatnya, yakni Topeng Ireng, Dolalak, atau Jaran Kepang,” ujar Wahyu yang menjabat sebagai kepala SMPN 31 mulai tanggal 15 Agustus lalu.

Juri lomba dan penonton lomba Tari Kreasi

Penilaiannya, lanjut Wahyu, tidak hanya kelompok, tetapi juga individu. Itulah sebabnya setiap siswa memakai nomor sesuai dengan absensi mereka untuk dinilai secara individu. Adapun empat juri berasal dari guru yang tidak mengajar di kelas 7. “Supaya fair,” terang Wahyu.

Ditambahkannya, sebelum melakukan kegiatan tersebut siswa telah mendapatkan materi tentang Profil Pemuda Pancasila. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang kesenian yang ada di Purworejo. “Setelah itu mereka memilih sendiri tarian sesuai dengan yang disukainya,” lanjut Wahyu.

Dalam jangka waktu dua minggu, para siswa berlatih bersama kelompoknya masing- masing. Adapun lomba kreasi seni tersebut digelar dalam rangkaian HUT SMPN 31 pada tanggal 5 Oktober mendatang. Untuk itu bagi lima pemenang lomba akan ditampilkan pada puncak ulang tahun sekolah tersebut.

Kepala SMPN 31 Wahyu Kurnia Lestari, M.Pd

Selain lomba kreasi tari, sekolah juga mengadakan berbagai lomba lainnya, yakni membuat twibon, yel-yel, dan kebersihan kelas. Semua materi lomba, menurut Wahyu, diharapkan dapat merekat dengan tema yaitu caracter buliding.

“Melalui kegiatan yang digelar ini kami berharap karakter siswa dapat terbentuk seperti yang ada dalam Profil Pelajar Pancasila,” kata Wahyu.

Dengan membawakan tarian yang mereka pilih sesuai dengan minatnya diharapkan siswa dapat menjiwai dan melestarikan budaya lokal. “Selain itu lomba lainnya juga bertujuan untuk menjaga kekompakan antar teman sebagai bentuk solidaritas,” pungkas Wahyu.

Saat ini SMPN 31 memiliki 567siswa yang diampu oleh 36 guru dengan jumlah kelas sebanyak 18. (Dia)

Tinggalkan Komentar