Diresmikan, Gedung Laboratorium Seni Budaya dan Perfilman untuk Siswa SMA

PURWOREJO, Direktur Kesenian Kementerian Penddidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) Dr Restu Gunawan, M.Hum meresmikan Gedung Laboratorium Seni Budaya dan Perfilman di SMA Negeri 1 Purworejo, Rabu (30/1). Meski berada di SMAN 1, gedung yang dibangun dengan dana Rp 1,3 M itu dapat digunakan oleh semua SMA di Kabupaten Purworejo.
“Bantuan sarana prasarana gedung ini milik bersama yang berarti semua SMA yang ada di Kabupaten Purworejo juga bisa memanfaatkan gedung ini. Bukan hanya SMAN 1 saja, tapi semua bisa pakai. Maka saya minta pihak SMAN 1 agar mengajak SMA yang lain latihan disini. Kita bisa belajar berkebudayaan,” tandasnya.
Peresmian dihadiri oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, SE MM dan Kabid SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Dikbud Jateng) Bambang Suprayitno, M.Sc

, Ketua Dewan Kesenian Angko Setiyarso Widodo.

Lebih lanjut Restu Gunawan mengatakan, dengan adanya gedung seni budaya dan perfilman ini, diharapkan bisa mendukung kreatifitas dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya peserta didik sekaligus pendidiknya.
Apalagi Purworejo merupakan daerah strategis dengan hadirnya Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di perbatasan Purworejo. Tentunya perlu digeliatkan kesenian di Purworejo melalui festival dan harus ada strategi supaya wisatawan tidak ke timur, tapi justru memilih Purworejo.
Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian berharap keberadaan laboratorium tersebut bisa menjadi wahana penyaluran bakat dan kreativitas para siswa, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan di bidang seni budaya dan perfilman.
“Seni acapkali menggambarkan ketinggian budi dan kemuliaan gagasan, yang memiliki kontribusi besar dalam melembutkan batin dan melembutkan jiwa, termasuk melembutkan batin dan jiwa bangsa. Masyarakat yang tinggi apresiasinya kepada seni akan jauh dari kekerasan, sesuatu yang kita cita-citakan dalam konteks ke-Indonesiaan kita,” ujar Bupati.
Dikatakan, menyongsong keberadaan megaproyek NYIA dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, Kabupaten Purworejo terus menggali potensi yang dimiliki. Diluncurkannya branding Romansa Purworejo 2020, ternyata mendapat atensi yang sangat positif dari masyarakat.
“Terbukti dengan bermunculannya destinasi-destinasi wisata maupun produk-produk baru di berbagai desa di seluruh pelosok Purworejo, serta semakin banyaknya event-event yang diadakan termasuk berbagai pertunjukan bernuansa seni budaya,” papar Bupati.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Purworejo Padmo Sukoco, M.Pd menjelaskan, pembangunan gedung seni budaya dan perfilman ini menghabiskan dana sebesar Rp1,3 miliar. Dana diperoleh dari bantuan Kemendikbud RI sebesar Rp 750 juta, dan selebihnya dari Alumni SMAN 1 Purworejo dan komite sekolah. Gedung ini cukup luas yakni 20 meter x 18 meter, yang memiliki kelengkapan fasilitas antara lain sound system, lighting, rekaman suara, peredam suara, dan panggung,.
“Kapsitas gedung mencapai 100 orang, dengan model kursi bersusun, sehingga sangat nyaman dengan full AC. Diharapkan gedung ini akan dapat semakin meningkatkan kreativitas baik siswa maupun guru dalam mengembangkan pembelajaran kesenian,” harap Padmo. (*)

Tinggalkan Komentar