Diikuti 115 Peserta, BKK SMK II Kutoarjo Gelar Tes Pemetaan Calon Tenaga Kerja

KUTOARJO, Bursa Kerja Khusus (BKK) Bangun Karya Mandiri SMK Institut Indonesia Kutoarjo menggelar tes  pemetaan untuk seleksi tenaga kerja.  Tes yang diikuti oleh 115 peserta dari siswa kelas 12 ini dilakukan di aula sekolah setempat, Senin (22/3) dengan penerapan protokol kesehatan.

Ir Bambang Prihatin, Ketua BKK Bangun Karya Mandiri, mengatakan, tujuan tes tesebut untuk mendapatkan data based yang valid tentang calon tenaga kerja yang akan disalurkan BKK II Kutoarjo. 

“Dari hasil tes ini peserta akan diranking dan dikelompokkan berdasarkan kriteria-kriteria yang diinginkan perusahaan. BKK kami menjadi rekanan beberapa Human Resourse Development (HRD) perusahaan-perusahaan di Jabodetabek untuk perekrutan calon tenaga kerja. Dan sejak di masa pandemi pun kami sudah empat kali melakukan tes seleksi calon tenaga kerja untuk beberapa perusahaan otomotif di wilayah Jabodetabek,” ungkapnya.

Peserta tes dapat pengarahan

Menurut Bambang, berdasarkan pengalaman, tanpa tes pemetaan pihaknya kewalahan melayani permintaan perusahaan. Karena sekali datang, para HRD tidak mau rugi. 

Mereka hanya ingin mengadakan tes untuk para calon tenaga kerja dengan kriteria yang sudah jelas, seperti yang mereka inginkan. Sehingga mereka tidak terlalu membuang waktu.

Dikatakan Bambang, untuk bisa menyalurkan para alumninya BKK SMK II Kutoarjo aktif menjalin komunikasi dengan para HRD yang ditunjuk perusahaan-perusahaan besar dan bahkan bekerjasama dengan Asosiasi Bursa Kerja Khusus (ABKK) kabupaten lain, sehingga bisa selalu mengupdate informasi terkait dengan lowongan pekerjaan.

Ir Bambang Prihatin (kiri)

“Namun BKK SMK II terbuka untuk umum. Siswa atau alumni SMK lain pun kita salurkan asal memenuhi kriteria yang diminta perusahaan terkait. Mungkin ada yang tidak bisa masuk perusahaan tertentu, tapi bisa kita salurkan ke perusahaan lain. Maka semua pendaftar di BKK SMK II dimasukkan dalam grup WA khusus untuk memudahkan komunikasi,” pungkasnya.

Menurut Slamet Hariyadi, SE, Waka Kesiswaan, tes diselenggarakan mengunakan aplikasi android dan mengambil waktu di sela-sela persiapan ujian praktek untuk kelas 12. 

“Jika tes pemetaan dilaksanakan setelah siswa menempuh ujian sekolah tidak effektif, mungkin sudah terlambat. Karena ini dipersiapkan untuk melayani permintaan perusahaan setelah idul fitri,” imbuhnya. (**)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *