Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, NS Bos Arisan Motor Ditahan

PURWOREJO, Polres Purworejo mengadakan gelar perkara tindak pidana penipuan dengan tersangka NS, seorang  juragan arisan motor yang bernaung di bawah PT Ghani Megamoris. NS dijerat pasal 372 dan 378  KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Dalam gelar perkara yang diadakan di Mapolres Purworejo itu, Kasatreskrim AKP Agus Budi Yuwono menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari salah satu korban penipuan yakni Supradi warga Desa Wonoroto, Ngombol. Supradi merupakan peserta arisan Ilham XIII Sistem Gugur. 

Dijelaskan, Supradi telah membayar rutin setiap bulan sebesar Rp 200.000 hingga akhirnya ia telah menyetor sebesar Rp 9.600.000. Meski begitu dari tanggal 9 April 2018 hingga kini dirinya tak jua mendapatkan uang arisan yang dijanjikan di awal.

“Supradi melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Purworejo pada tanggal 19 April lalu,” kata Kasat Reskrim.

Kasatreskrim pun menjelaskan, dari hasil penyidikan disebutkan bahwa  PT Gani Mega Moris tidak punya izin kegiatan arisan. “Hanya izin kegiatan perdagangan motor, furniture, dan perumahan,” katanya.

Di hadapan media, NS menjelaskan, arisan motor telah dilakukan sejak tahun 2007 dan telah menyelesaikan 150 periode.

Kasatreskrim memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa dokumen

“Semua sudah mendapatkan haknya. Tapi memang masih ada empat periode yang masih dalam proses penyelesaian, diantaranya Ilham XIII,” jelasnya.

NS melanjutkan, dari 114 orang, ada tiga orang yang belum dapat. Terkait dengan pelapor yakni Supradi, NS berdalih bahwa dirinya sudah tiga kali menemuinya dengan membawa uang tapi tidak pernah ketemu.

“Silakan kalau ingin ke proses pengadilan,” tantangnya. NS bahkan tidak mengakui kalau dirinya melakukan penipuan. Ia pun keberatan dengan pasal yang dikenakan. “Saya juga ada lawyer,” katanya.

Meski begitu ia mengakui memang ada keterlambatan pembayaran senilai sekitar Rp 3 miliar. Hal itu karena dalam arisan sistem lelang mengalami kemacetan. 

Terkait dengan tuduhan penipuan karena izin kegiatan yang tidak sesuai, NS berkelit bahwa

PT Ghani Mega Moris sebenarnya bergerak di bidang pemasaran motor dan furniture. “Legalitas khusus arisan yakni untuk pengajuan pengadaan motor dari dealer,” ujarnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar