Dibangun dengan Dana Rp 53 M, Overpass Tegalgondo Diresmikan Bupati

BUTUH, Warga Desa Tegalgondo Kecamatan Butuh yang akan menuju jalan raya kini tidak lagi memutar sejauh 17 Km setelah dibangun Overpass di lintasan kereta api Desa Tegalgondo. Overpass yang berfungsi untuk melintas kendaraan di atas rel keret itu diresmikan oleh Bupati Agus Bastian, Kamis (7/1).

Bupati menyebut, Overpass Telagondo dibangun untuk mendukung keselamatan baik bagi warga sekitar maupun pihak PT KAI dengan menghilangkan perlintasan sebidang.

“Overpass dibangun karena dari data historis telah diketahui kondisi tanah yang berdaya dukung rendah dengan muka air tanah yang cukup dangkal,” jelas Bupati.

Tak hanya itu. Menurutnya, selain sebagai perlintasan kendaraan, overpass Tegalgondo kini juga menjadi destinasi wisata dadakan , bahkan beberapa kali dijadikan lokasi untuk foto prewedding.

Bupati menandatangani prasasti

Bupati menuturkan, selain di Tegalgondo, nantinya juga akan dibangun Overpass serupa di Desa Plandi Kecamatan Purwodadi. Dirinya berharap dengan dibangunnya Overpass itu dapat mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang serta dapat membawa manfaat khususnya bagi warga desa dan Kabupaten Purworejo.

Kepala Balai Teknik Perkerataapian Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya menyebutkan, teknologi yang diterapkan pada pembangunan flyover merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.

Menurutnya, teknologi ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan flyover yang menggunakan konstruksi konvensional.

“Pembangunan overpass ini merupakan solusi untuk meningkatkan perjalanan kereta api dan dapat menjadi salah satu model dalam menangani permasalahan perlintasan sebidang bagi daerah lain”.

Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM

Proyek kerjasama Pemkab Purworejo dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian itu menelan dana sebesar Rp 53 miliar yang berasal dari dana APBN. Selain Tegalgondo, lanjut Putu, desa lain yang memanfaatkan Overpass yakni Desa Polomarto, Kunirrejo Kulon,Wonorejo Kulon, dan
Bonorowo.

Anggota komisi V DPR RI, Ir Sudjadi secara virtual menyampaikan rasa syukur karena proyek monumental itu telah selesai dan dapat dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun PT KAI.

Sementara itu Dirjen Perkeratapian Kemenhub, Ir Zulkifli D.EA mengatakan, pembangunan lintas sebidang Tegalgondo merupakan bagian program jalur ganda lintas Jawa.

“Penghapusan lintasan sebidang menjadi tidak sebidang akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi angka kecelakaan di lintasan kereta api,” pungkasnya. (Dia)

 772 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *