Diancam Diberhentikan, Pejabat Kemensos Temukan Pendamping PKH Punya Stempel Semua RT

PURWOREJO, Kepala Subdit Validasi dan Terminasi Kementerian Sosial M Slamet Santoso menengarai ada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak turun ke lapangan, bahkan tidak aktif mendampingi warga PKH.
“Kami menemukan ada pendamping yang punya cap semua RT. Kalau ada pendamping yang bekerjanya tidak beres, agar bersiap-siap untuk diberhentikan. Kami tidak takut siapa yang ada di belakang anda,”tandasnya pada Rapat koordiansi PKH yang diselenggarakan Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo di gedung Graha Siola, Senin lalu.
Slamet Santoso wanti-wanti agar pendamping PKH tidak main-main, karena pendamping PKH merupakan tangan panjang Kemensos RI yang ada di garis terdepan mendampingi warga PKH.

Rakor dihadiri Wakil Bupati yang juga mejabat sebagai Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Purworejo Yuli Hastuti, Koordinator wilayah Jawa Tengah Arif Rohman Muis, dan Kepala Dinsosdukkbpppa dr Kuswantoro.
Lebih lanjut Slamet Santoso mengatakan, pendamping agar aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah, baik desa/kelurahan, kecamatan maupun kabupaten. Pendamping harus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

“Pendamping tidak boleh jalan di tempat, tapi bisa mencari narasumber untuk melatih warga PKH. Karena tidak ada biaya untuk narasumber, maka bisa minta tolong PKK atau lurah untuk menunjuk narasumber supaya melatih keterampilan memasak, membuat kue, dll. Kalau warga PKH tidak hadir dalam pertemuan sampai 3 kali maka bantuan berikutnya akan ditangguhkan,” ujarnya.
Yang sekarang harus diperhatikan, lanjutnya, tugas pendamping bukan mempertahankan kemiskinan, melainkan merubah mengubah mindset (pola pikir) warga miskin. Sehingga warga miskin menjadi bisa mandiri.
Slamet juga minta agar pendamping mendampingi warga miskin yang akan mengembangkan usahanya, untuk mengajukan bantuan modal ke Kemsenos RI. Kalau ada bantuan untuk warga miskin, tidak boleh ada potongan sepeserpun.
Sementara itu dr Kuswantoro MKes menjelaskan, jumlah pelaksana PKH di kabupaten Purworejo sebanyak 128 orang terdiri atas pendamping 118 orang, operator 6, supervisor 2, dan koordinator kabupaten 2 orang. Pendamping sosial PKH bertugas di 16 kecamatan.
Paling banyak di kecamatan Bruno petugas pendamping mencapai 16 orang, menangani 4.261 keluarga penerima manfaat (KPM) dan 17.123 anggota rumah tangga (ART) dari peserta PKH.
“Yang jumlahnya juga banyak yakni Kecamatan Bener dan Kemiri yakni pendampingnya ada 12 orang. Sedangkan paling sedikit di Kecamatan Ngombol hanya 3 pendamping dengan melayani 886 KPM serta 3.341 ART KPH,”pungkasnya. (A)

Tinggalkan Komentar