Di Purworejo, Beli Migor Curah Wajib Tunjukkan Fotokopi KTP

PURWOREJO, Penerapan pembelian minyak goreng curah eceran maksimal 10 kg dengan mekanisme menunjukkan fotokopi KTP sudah mulai berlaku sejak hari Senin lalu. Di Kabupaten Purworejo, tercatat ada 38 pengecer yang diwajibkan menerapkan cara baru tersebut.

Disebutkan oleh Kabid Perdagangan Dinas KUKMP Purworejo, Ari Wibowo, 38 pengecer itu terdiri atas 26 pengecer yang terdaftar dalam sistem Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) dari Kementerian Perdagangan serta 12 pengecer melalui program Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) dari Kementerian Perindustrian.

Sistem pembelian dengan menyerahkan foto kopi KTP tersebut, menurut Ari, adalah agar pendistribusian migor curah sesuai sasaran.

Ari Wibowo

Yakni untuk konsumen di pasar rakyat atau tempat penjual eceran lain sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14 ribu perliter atau botol.

Hal tersebut, lanjut Ari, juga agar menghindari penyelewengan Domestic Market Obligation (DMO) atau ketersediaan di dalam negeri yang ketentuannya sebesar 20%. “Fotokopi KTP merupakan bukti bahwa migor curah tersebut benar-benar dibeli oleh konsumen di tingkat bawah,” jelas Ari.

Meski terkesan ribet, Ari menilai para pengecer patih pada aturan tersebut. Hanya saja memang ada pengecer yang semula nggrundhel. Tapi mereka kemudian mengikuti aturan yang ditetapkan supaya tetap mendapatkan pasokan migor curah. (Dia)

Tinggalkan Komentar