Dharma Wanita Purworejo Beri Bantuan ke Panti Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan

PURWOREJO, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo melakukan anjangsana dan menyerahkan bantuan di dua panti khusus penderita gangguan kejiwaan, Jumat (16/8). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Pembina DWP Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Prihastyari, SE, dan Ketua DWP Dra Erna Setyoawti Said Romadhon, di Panti Rehabilitasi di Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip, dan Panti Tirto Jiwo di Desa Kalinongko, Kecamatan Loano.
Fatimah Verena Prihastyari menilai, panti yang khusus menangani penderita kejiwaan ini sangat mulia karena harus berhadapan dengan pasien dengan berbagai macam gangguan jiwa. Tentu kita juga harus memiliki rasa peduli dengan sesama, termasuk dengan Panti ini.
“Tidak saja mengungjungi secara langsung dengan membantu, namun juga memberikan semangat. Supaya pasien gangguan jiwa dapat segera sembuh, karena salah satu kesembuhannya yaitu melalui pendekatan komunikasi dan konsumsi obat secara rutin,”tegas Fatimah.

Fatimah berharap pasien di panti tidak bertambah jumlahnya melainkan berkurang. Sehingga pasien yang sudah sembuh dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan bermasyarakat menjalani kehidupan normal.

“Jika sembuh harus dilatih untuk beraktifitas atau berlatih keterampilan, agar dapat mandiri. Dengan mempunyai kesibukan, maka akan mengasah pikirannya menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu Erna Said mengatakan, kegiatan anjangsana ini dalam rangka peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI. Melalui peringatan ini, DWP mengagendakan kegiatan sosial dengan berkunjung ke Panti rehabilitasi jiwa dengan tujuan untuk mengajak anggota DWP berempati terhadap warga yang mengalami gangguan jiwa.
Adapun bantuan yang diberikan berupa sejumlah uang dan sembako seperti beras, minyak, terigu, mie instan dll.

Sementara itu pembina Panti Tirto Jiwo dr Gunawan Setyadi mengatakan, kegiatan di panti selain melakukan pengobatan rutin di rumah sakit, ada juga kegiatan pengajian serta senam.

“Dalam sebulan operasional panti membutuhkan biaya Rp 15 juta. Keluarga pasien akan membantu biaya, namun yang tidak mampu, biayanya menyesuaikan. Untuk menutup kebutuhan Alhamdulillan ada bantuan dari donatur dan Dinsos,”jelasnya.
Pihaknya berencana akan membuka usaha untuk kesibukan penghuni panti, sehingga dapat menopang kebutuhan panti.

“Tentunya kami butuh perhatian dari pihak lain untuk dapat mewujudkan rencana tersebut,” ujar Gunawan yang pernah berkecimpung di WHO di India. (A)

Tinggalkan Komentar