Desa Ukirsari Dikukuhkan Sebagai Kampung Siaga Bencana

GRABAG, Desa Ukirsari Kecamatan Grabag dikukuhkan sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) ke 43 di Jawa Tengah. Pengukuhan Pengurus KSB dilakukan oleh Wakil Bupati Hj Yuli Hastuti SH, Kamis (8/9). 

Pada kesempatan itu juga diserahkan sertifikat peserta KSB dan penyerahan bantuan Kementerian Sosial RI dalam rangka kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana melalui KSB di Lumbung Sosial Ukirsari Jaya sebesar Rp 202.193.420

Hadir dari Kemensos yang diwakilkan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kus Budhiharto AKS, Kabid LINJAMSOS Dinsos Provinsi Jawa Tengah Drs Sarjimo Msi, Pejabat Dinsos Kabupaten Semarang, Kepala Sentra Antasena Magelang, Forkopimcam, sejumlah pejabat OPD dan undangan terkait.

Wabup Yuli Hastuti mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Purworejo harus senantiasa menyiapkan diri menghadapi setiap kemungkinan terjadinya bencana karenal Purworejo termasuk daerah yang masuk kategori rawan bencana.

Dikatakan, salah satu langkah untuk meminimalisir dampak potensi bencana adalah dengan memberikan pembekalan pengetahuan tentang kebencanaan kepada masyarakat terutama di daerah rawan bencana.

Kegiatan simulasi evakuasi korban bencana

Wabup berharap, hadirnya KSB dapat memperkuat dan melengkapi seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Purworejo. 

Selain itu, lanjutnya, pembentukan KSB juga bermanfaat memetakan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang dapat digunakan sebagai pendukung saat situasi terjadi bencana alam.

“Harapannya, masyarakat yang tinggal di daerah bencana dapat melakukan penanggulangan dengan lebih tepat, cepat, dan tanggap, tentunya dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar Wabup.

Sementara itu, Kabid Linjamsos Dinsos Provinsi Jawa Tengah Drs Sarjimo Msi menjelaskan Purworejo merupakan salah satu Kabupeten yang mempunyai kerawanan tinggi dengan catatan bencana yang sangat lengkap. 

Dijelaskan bahwa pencanangan KSB Desa Ukirsari ini telah sesuai dengan paradigma bencana saat ini yang telah bergeser, yakni kesiapsiagaan mitigasi sehingga kesiapan berbasis masyarakat. (Nas)

Tinggalkan Komentar