CFD di Purworejo akan Diaktifkan Lagi, Dinporapar dan Dinkukmp Beda Misi

PURWOREJO, Kebijakan pelonggaran penggunaan masker di area terbuka serta semakin menurunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Purworejo, mendorong wacana dihidupkan kembali kegiatan Car Free Day (CFD). Sebelum pandemi Covid- 19, kegiatan tersebut rutin digelar setiap Minggu pagi, diikuti ratusan pedagang di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo.

Terkait dengan hal tersebut, kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo Gathot Suprapto saat dihubungi mengatakan, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pihak stakeholder. “Termasuk dengan Dinas Porapar,” kata Gathot kepada Purworejo News, Sabtu (21/5) pagi.

Meski begitu Gathot belum mengetahui lokasi pasti yang akan digunakan, mengingat tempat semula sepertinya tidak memungkinkan. “Kami masih mencari titik yang nyaman dan representatif karena di lokasi semulaada rumah sakit yang perlu dipikirkan akses jalannya yang lebih longgar,” ucapnya.

Gathot pun belum mengetahui pasti kapan wacana kegiatan CFD bisa direalisasikan kembali. “Pokoknya segera. (Saat ini) saya masih fokus rencana kerja 2023 serta perubahan anggaran, termasuk pengelolaan dan pengembangan pasar untuk peningkatan PAD,” jelas Gathot.

Stephanus Aan Isa Nugroho

Terkait dengan wacana dihidupkan kembali kegiatan CFD, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Purworejo, Stepanus Aan Isa Nugroho menyampaikan pendapatnya.

“CFD hari Minggu di alun-alun konsepnya bukan lagi untuk jualan seperti pasar tumpah. Alun-alun bukan untuk jualan, melainkan digunakan sebagai sarana olahraga, jalan-jalan, dan kebutuhan public space yang lain,” tegas Aan saat dihubungi.

Ditambahkannya, istilah CFD harus dikembalikan kepada makna sesungguhnya.

“Tidak pernah ada lagi istilah CFD untuk jualan atau pasar tumpah. Masyarakat juga sudah sadar fungsi alun-alun selama ini,” tandasnya.

Gathot Suprapto

Menanggapi hal tersebut, Gathot menyampaikan bahwa konsep CFD versi Dinas KUMKP dan Dinporapar berbeda.

“Kalau CFD versi Dinporapar yakni Minggu (bebas) untuk olah raga di alun-alun, sedangkan versi Dinas KUMKP yanni Minggu (bebas) untuk berjualan dengan lokasi yang akan kita tentukan nanti,” begitu penjelasannya.

Dengan demikian, meski waktunya bersamaan tapi lokasinya berbeda. Tapi diharapkan bisa memfasilitasi kepentingan dua pihak yang ingin memanfaatkan hari Minggu untuk beraktivitas di area publik.

Itulah sebabnya Gathot akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta bidang perekonomian. Tujuannya agar CFD Minggu berjualan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak menimbulkan gesekan. (Dia)

3 comments

  1. Menurut saya cfd tetap seperti dulu saja termasuk tempatnya… Sudah pas…karena jalan hanya satu arah.. lalu lintas dialihkan ke jl, sibak atau jalan sebelah timur sma7
    Kalau sekiranya mengganggu RS, ya jangan pol sampai selatan…
    Untuk yg mengais rejeki di cfd.. tetap difasilitasi… Kalau kurang tempat, masukkan jl.yudodipuran… karena itu jg menambah pendapatan bagi mereka… ,
    Kalau hanya di alun2 tanpa pedagang kurang asik…. justru itu daya tarik cfd…
    Menarik juga untuk tamu2 dr jauh lho… Contohnya, dulu kalo saya ada tamu sering saya promosi kan cfd Purworejo.. dan mereka senang sekali . belanja sambil olah raga
    Semoga segera bisa dibuka… Jangan lama2 ya… sdh ditunggu banyak orang
    Salam..

  2. Bisa jadi tujuan wisata nih,,, (dulu lokasi dimana ya?),,naik kereta dari jogja,,,lanjut menuju lokasi langsung deh bisa wisata olahraga atau wisata belanja ,,,nota bene tetep satu tempat ya,,, kapan lagi ada,,, saya pengen coba deh

  3. Saya sebagai penjual umkm sangat berharap CFD segera dibuka. Kabupaten tetangga juga sudah mengadakan CFD dan internasional Expo. Perkembangan ekonomi sudah bergerak dan masyarakat pun sudah berkembang menjadi lebih baik

Tinggalkan Komentar