Calon Haji Purworejo Gagal Berangkat Tahun Ini, Begini Kisahnya

PURWOREJO, Kasus gagal berangkat ke Tanah Suci bukan hanya terjadi musim haji tahun ini. Biasanya orang gagal berangkat haji karena sakit atau musibah. Tapi yamg terjadi kali ini adalah karena kelebihan umur calon haji.

Di Purworejo, tahun ini ada 182 warga Purworejo gagal berangkat haji.karena faktor usia. Mereka bahkan ada yang tertunda sampai empat kali dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Salah satunya yakni Muniroh (65). Warga Perum KBN C.79 itu seharusnya berangkat haji tahun 2019 silam.

“Waktu itu saya tertunda berangkat karena sakit pada bulan Juni. Hingga waktu keberangkatan di bulan Juli sakit pada bagian kaki akibat jatuh belum juga sembuh,” kata Muniroh kepada Purworejo News, Selasa (14/6).

Lalu pada dua tahun berikutnya yakni tahun 2020 dan 2021 tertunda akibat pandemi Covid-19. Tahun ini di saat pemerintahan kembali memberangkatkan haji, Muniroh terkendala kelebihan usia.

Pemerintah menetapkan batasan usia maksimal kelahiran 30 Juni 1957. Sedangkan Muniroh kelahiran 25 Mei 1957. Ia pun kembali batal berangkat haji untuk keempat kalinya. Disebutkan Muniroh, dirinya mendaftar haji pada tahun 2011.

Meski kecewa, Muniroh mengaku ikhlas. “Haji itu kan panggilan. Berarti saya belum dipanggil untuk berangkat,” hiburnya. Ia berharap tahun depan kuotanya ditambah sehingga bisa berangkat.

Susmiani dan Restu Winarno, ikhlas dan pasrah

Kekecewaan yang sama juga dialami Susmiani (70) dan Restu Winarno (67), keduanya juga warga Perum KBN. Saat ditemui di rumahnya, Sumiani menceritakan, ia seharusnya berangkat haji tiga tahun lalu.


Begitu ada pembatasan umur di tahun ini, otomatis suami istri itu tidak bisa berangkat alias tertunda tiga tahun. “Rasanya tidak hanya kecewa tapi aku juga nangis terus pas awal-awalnya,” ujar Susmiani.

Bahkan menurutnya, koper serta oleh-oleh haji berikut air zam-zam yang sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu masih utuh hingga kini. Ia pun memperlihatkan foto manasik haji yang dilakukannya di Donohudan tiga tahun lalu.

Susmiani pun pasrah dan berharap tahun depan bisa berangkat. Kalaupun kembali tertunda, ia berencana akan menarik uang sebesar Rp 35,6 juta yang telah disetor untuk digunakan umrah. “La wong sudah cita-cita ke Mekah kok,” katanya mantap.

Senada dengan Muniroh, pasangan suami istri itupun iklhas menerima takdir tersebut. “Semuanya kehendak Gusti Allah, ” ucapnya dengan nada sabar. (Dia)

Tinggalkan Komentar