Cacar Monyet Mulai Masuk ke Indonesia, Kenali Gejala dan Pencegahannya

PURWOREJO, Mulai masuknya virus cacar monyet (monkeypox) di Indonesia beberapa waktu lalu perlu diwaspadai. Diketahui, monkeypox mulai mewabah di Inggris pada bulan Mei lalu saat penduduknya melakukan perjalanan ke Afrika Barat. Monkeypox kemudian menyebar ke berbagai negara di Eropa.

Seperti halnya virus corona, cacar monyet juga termasuk penyakit menular meski dengan media berbeda. Masyarakat pun perlu mengetahui gejala dan pencegahannya.


Kabid Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Purworejo,
dr Budi Susanti (Santi) saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, monkeypox memiliki gejala seperti cacar air, tapi hanya di daerah tangan, kaki, dan wajah.

“Virusnya masih satu keturunan dengan lesi. Persis seperti cacar air, ada cairannya. Hanya saja berukuran lebih besar seperti benjolan, dan berwarna merah, menyebar di sekitar tangan, kaki, dan wajah,” jelas dr Santi kepada Purworejo News, Selasa (22/8).


‘Virusnya pun masih satu keturunan dengan lesi atau ketidaknormalan dalam tubuh. Gejala awalnya meriang, panas, ada kelenjar getah bening membesar. Setelah itu barulah muncul seperti cacar air,” ungkap dr Santi.

Dr Budi Susanti memberi penjelasan tentang monkeypox

Hanya saja pada kasus monkeypox cacarnya besar-besar serta melebar di bagian tangan, kaki, dan muka. Selain itu ditambah ada riwayat dari luar negeri atau tidak.

“Harus ada riwayatnya dulu untuk menentukan monkeypox atau bukan,” katanya. Adapun penularannya, lanjut dr Santi, melalui kontak baik sentuhan fisik atau lukanya.

Untuk pencegahan, lanjutnya, harus waspada ketika ada yang punya gejala tersebut dan dihindari. Kalau ada gejala, dr Santi menyarankan segera periksa ke rumah sakit untuk dilakukan PCR pada luka dan mulut, karena biasanya disertai sariawan.

Masa inkubasinya yakni selama 21 hari dari waktu bepergian atau melakukan kontak dengan yang mengalami monkeypox. Disamping itu, untuk pencegahan maka diterapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) dan tetap mematuhi prokes.

Bila sudah didiagnosa monkeypox maka pengobatan bersifat sintomatis atau berdasarkan gejala atau keluhan. “Kalau panas dikasih obat menurun panas. Kalau pilek ya dikasih obat pereda pilek,” ujar dr Santi.

Disebutkan, penyakit itu akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu hingga tiga minggu, tergantung pada luasnya area cacar. “Kalau banyak bisa sampai 21 hari atau tiga minggu,” pungkasnya. (Dia)

Tinggalkan Komentar