Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan Gelar Workshop Pertambangan

PURWOREJO, Capaian indeks nilai good mining practice (GMP) di wilayah kerja Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan harus lebih baik, minimal 70% di tahun 2022. Data indeks GMP di Serayu Selatan pada 2021 mencapai 56%.

“Itu artinya dari 23 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang kaidah teknis dan tata kekolanya sudah dinyatakan GMP sebanyak 13 pemegang IUP. Sedang dua IUP menuju GMP dan delapan IUP belum masuk kriteria GMP,” tegas Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan Panut Priyanto, ST, MT pada acara Workshop Pertambangan, di Kantor Cabang Dinas tersebut, Selasa (27/9).

Menurut Panut, workshop merupakan salah satu pelaksanaan dari amanat Undang-undang 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yaitu pembinaan dan pengawasan atas izin yang dikeluarkan.

Dijelaskan, dalam Perpres No 55 Tahun 2022, izin pertambangan dilimpahkan ke gubernur. Sebelum Perpres tersebut terbit, sesuai dengan UU No 3 Tahun 2020, izin usaha pertambangan ada di pemerintah pusat.

Workshop Pertambangan merupakan wahana pembinaan kepada stakeholder di bidang usaha pertambangan

“Adapun izin usaha pertambangan yang dilimpahkan ke gubernur yaitu pertambangan mineral bukan logam dan batuan,” jelas Panut di sela-sela acara workshop.

Sementara itu Kepala Seksi Geologi Mineral dan Batubara pada Cabang Dinas ESDM Wilayah Serayu Selatan, Budi Setiyawan, ST menjelaskan, ada tiga materi yang dipaparkan di workshop. 

Yaitu Rencana, Pelaksanaan dan Pelaporan Tahunan Reklamasi dengan narasumber Nugroho Priambodo, ST (Inspektur Tambang), Tata Cara Perhitungan Pajak untuk Usaha Pertambangan (Kanwil Pajak Solo dan KPP Pratama Kebumen, Wonosobo dan Purworejo), dan Tata Cara Penyampaian Laporan Berkala GMP secara online.

Para peserta workshop tekun mengikuti paparan dari para narasumber

“Peserta workshop adalah OPD yang membidangi Pajak Daerah Mineral Bukan Logam dan Batuan Kebumen, Wonosobo dan Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan pengusaha tambang dan KTT sebanyak 23 IUP,” imbuhnya.

Ditegaskan, workshop tersebut merupakan ajang pembinaan bagi pemilik IUP, agar wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan usaha pertambangan bertambah. Sehingga dapat menaikkan indeks capaian GMP di wilayah Serayu Selatan

Budi Setiyawan juga memaparkan tata cara pelaporan berkala online GMP. Layanan online tersebut diharapkan dapat memudahkan pengusaha tambang dalam pelaporan capaian GMP. Adapun laporan GMP dapat diakses pada laman http://katakita.org/laporan-berkala-gmp/.

Hasil laporan menjadi data sharing bagi Dinas yang membidangi pajak pertambangan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan dan pengusaha tambang sendiri sebagai bahan evaluasi dan pembinaan pelaksanaan kaidah teknis dan tata kelola usaha pertambangan yang baik. (Nas) 

Tinggalkan Komentar