Bupati Saba Desa, Warga Ngombol Minta Perbaikan Jalan dan Dibangunkan Rumah Sakit

NGOMBOL, Sejumlah warga desa di Kecamatan Ngombol mengeluhkan jalan provinsi yang melalui desanya rusak dan meminta untuk segera diperbaiki. Bahkan warga Desa Pejagran meminta untuk dibangunkan rumah sakit karena masih jarang fasilitas kesehatan di wilayah selatan.

Aspirasi itu disampaikan kepada Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Ngombol, Kamis (16/6). Desa yang dikunjungi yaitu Desa Wonosari, Pejagran, Wonoroto, Tunjungan dan Laban.

Bupati mengapresiasi keinginan Desa Pejagran untuk membangun sebuah RS. Menurut Bupati, keinginan membangun RS ini bukan hal yang tidak mungkin, karena masih jarangnya fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah tersebut.

Bupati Purworejo Agus Bastian

Bupati menilai Kepala Desa Pejagran sangat visioner melihat peluang ke depan. Kalau punya ide yang besar sekalian. Seperti (ide) membangun RS.

“Insyaallah rumah sakit ini bisa berdiri jika semuanya bersungguh-sungguh,” ujar tandas bupsati.

Kecuali itu, warga juga mengeluhkan kondisi Jalan Diponegoro milik provinsi yang masih berupa tanah, cukup sulit dilalui usai diguyur hujan. Karena terjadi cukup banyak genangan air yang menyulitkan warga yang melintas. Sesungguhnya pihak desa ingin membangun jalan dengan DD, namun terbentur kewenangan jalan provinsi.

Bupati disambut tarian warga

Menanggapi hal itu, Bupati menyampaikan pihaknya telah mulai membangun secara bertahap ruas Jalan Diponegoro. Yakni dari perempatan Nampurejo ke Wonosari sepanjang 2,3 Km. 

Bupati mengatakan desa juga dapat membantu membangun jalan kabupaten menggunakan DD. Seperti yang telah dilakukan Desa Kumpulsari dan Jogoresan, namun tetap harus berkoordinasi ke Pemkab terlebih dahulu.

Pada kesempatan itu, warga juga meminta penerangan jalan di jalan Deandeles yang dinilai masih kurang, sehingga sangat rawan kecelakaan di malam hari. 

Bupati dan rombongan juga disambut kelompok kesenian kuda lumping Krido Mudho, kesenian tari dan campur sari. Bupati menilai nguri-uri budaya memang perlu untuk dilakukan, seperti menampilkan pertunjukan kuda lumping. (Adv)

Tinggalkan Komentar