Bupati Resmikan Bank Syariah Indonesia Pertama di Purworejo

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian meresmikan Bank Syariah Indonesia (BSI) pertama yang ada di Kabupaten Purworejo, Senin (22/8). Selain memberikan apresiasi, bupati juga berharap BSI dapat melayani UMKM yang masih belum tercover oleh bank lainnya mengingat banyaknya pelaku usaha di Purworejo.

“Orang Muslim biasanya kalau mau kredit atau menabung harapannya tidak riba, karena sudah diformulasikan sehingga sesuai dengan tuntunan agama Islam,” kata bupati sesaat sebelum meresmikan gedung BSI yang berlokasi di ruko Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pangenjurutengah itu.

Disamping itu, kata Agus Bastian, dengan berkembangnya kelas menengah dan milenial Muslim akan meningkatkan kebutuhan terhadap perbankan yang syariah.

Selain Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Andri Prasmoko, peresmian juga dihadiri Regional Manajer BSI Jawa Tengah Imam Hidayat Sunarto, Kepala Bagian Pengawasan OJK Wilayah Jateng DIY Fikri Ausyah, Area Manajer BSI Yogyakarta Budi Abdiriva, serta tamu undangan lainnya.

Area Manajer BSI Yogyakarta Budi Abdiriva

Ditemui usai acara, Area Manajer BSI Yogyakarta Budi Abdiriva menjelaskan, BSI Purworejo merupakan relokasi dari cabang sebelumnya di KCP Terban Yogyakarta. “Karena di Yogya sudah saling berdekatan dan lima kabupaten di Yogyakarta sudah ada semua maka direlokasi ke Purworejo,” jelas Budi.


Selain berkomitmen membantu UMKM, BSI juga memiliki program yang menggandeng pemda berupa pembiayaan perumahan bagi PNS di Purworejo. BSI juga melayani pembiayaan talangan setoran haji hingga Rp 25 juta.

“Kami ingin menjadi market leader minimal 60% yang menggunakan tabungan haji. Kami jug berharap bisa berkolaborasi dengan stakeholder dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Budi.


Di sisi lain Regional Manajer BSI Jawa Tengah Imam Hidayat Sunarto menegaskan, seluruh program BSI tidak hanya memenuhi kebutuhan nasabah tapi juga taat pada ketentuan syariah. Hal tersebut adalah untuk memberikan rasa tentram kepada nasabah.

“Insya Allah semua produk BSI mendapat pengawasan ketat dari OJK. Salah satu concern BSI yakni ekomoni kerakyatan dengan segmen ekonomi mikro. Untuk itu kami telah menyalurkan Rp 2,3 triliun untuk 22 ribu nasabah pelaku UMKM,” kata Imam. (Dia)

Tinggalkan Komentar