Bupati Minta DPR RI Perhatikan Penanganan 6 Wilayah Langganan Banjir

PURWOREJO, Bupati Purworejo H Agus Bastian, SE, MM minta Komisi V DPR RI agar lebih memperhatikan penanganan kawasan rawan banjir di wilayah Kecamatan Pituruh, Butuh, Grabag, Bagelen, Purwodadi dan Ngombol. Tiap tahun kawasan tersebut mengalami banjir. Bupati mengusulkan agar dilakukan normalisasi dan perbaikan tanggul di daerah aliran sungai (DAS) Wawar, Cokroyasan dan Bogowonto.
Pernyataan bupati tersebut dikemukakan ketika menerima kunjungan 12 anggota Komisi V DPR di Pendopo Kabupaten, Rabu (23/1). Mereka juga didampingi sejumlah ejabat dari Kementerian/mitra Komisi V DPR RI yakni pejabat Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Juga hadir pejabat PT KAI, Basarnas dan BBWS Serayu Opak.
Bupati juga menegaskan perlunya aksesibilitas transportasi dari Bandara NYIA menuju perkotaan Purworejo-Kutoarjo yang membutuhkan peningkatan kapasitas jalan-jalan arteri (nasional) maupun kolektor (provinsi maupun kabupaten).
Menurut Bupati, Purworejo masih memerlukan penyediaan penerangan jalan umum (PJU) untuk keamanan lalu lintas pada 650 titik strategis, termasuk di Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS). Penyediaan layanan air bersih, pendidikan kedirgantaraan dan pariwisata juga diperlukan untuk mendukung BORDER CITY.
“Kami berharap, dengan adanya kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ini, pembangunan infrastruktur dan transportasi di wilayah Kabupaten Purworejo akan bisa diakomodir,” kata Bupati.
Sementara itu Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI Anton Sukartono Suratto menjelaskan, kunjungan spesiflk komisi V DPR RI untuk mengetahui secara langsung perkembangan infrastruktur di Kabupaten Purworejo, seperti pembangunan Bendungan Bener dan Penanganan Banjir, SPAM Regional Kebumen-Purworejo, dan Flyover di Kecamatan Butuh,” kata Anton.

Selain itu, dalam kunjungan ini pihaknya ingin mengetahui dan menginventarisir permasalahan-permasalahan pembangunan infrastruktur yang terkait Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan yang merupakan mitra Komisi V DPR RI.
“Semoga dengan kunjungan dan pertemuan ini masalah infrastruktur dan transportasi di Kabupaten Purworejo dapat menghasilkan solusi yang terbaik untuk seluruh rakyat di Jawa Tengah pada umumnya dan Kabupaten Purworejo pada khususnya,” pungkasnya.
Plt Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ir Djarot Widyoko, SPi dalam paparannya menjelaskan, mega proyek Bendungan Bener akan mulai dibangun tahun 2019 ini, dan diperkirakan selesai pada tahun 2024, dengan menelan anggaran Rp 3,9 triliun.
Menurutnya, Bedungan Bener diproyeksikan dapat mencukupi kebutuhan air di tiga kabupaten, yaitu Kebumen, Kulonprogo dan Purworejo sendiri. Sementara dalam pembangunannya ada dua kabupaten yang terkena, yaitu Purworejo dan Wonosobo.
Bendungan Bener direncanakan akan dibangun setinggi 159 meter dengan elevasi puncak 356 meter, kemiringan lereng hulu 1:1,5, kemiringan lereng hilir 1:1,4. Perlindungan lereng hulu berupa beton sedang perlindungan lereng hilir berupa rip rap.
“Bendungan Bener nantinya memiliki kapasitas 81,68 juta meter kubik air, yang akan dialirkan ke tiga kabupaten yaitu Purworejo (500 liter/detik), Kulonprogo (700 liter/detik) dan Kebumen (300 liter/detik),”jelasnya. (W5)

Tinggalkan Komentar