Bupati: Kades Jangan Cari Pulihan Lewat Anggaran Pemerintah

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM, mengingatkan agar kepala desa yang sudah terpilih tidak mencari pulihan modal. Kalau nekat cari pulihan dengan dana pemerintah, nantinya akan berurusan dengan hukum. Peringatan itu disampaikan Bupati pada pengarahan calon kades terpilih hasil pemilihan serentak di Kabupaten Purworejo, Senin (18/2).

Adanya beberapa kasus korupsi yang menimpa Kepala Desa (Kades) setelah menjabat, menjadikan Bupati prihatin. Maka sangat pentingnya Kades terpilih hasil Pilkades serentak yang sudah terlaksana 31 Februari lalu, untuk lebih hati-hati. “Saya ingin pinta Bupati Agus Bastian SE MM pada pengarahan calon kades terpilih hasil pemilihan serentak di Kabupaten Purworejo, Senin (18/2).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, mencalonkan sebagai Kades tentu harus didasari niat pengabdian untuk melayani masyarakat. Sehingga tidak akan hitung-hitungan modal yang telah dikeluarkan dan sebagainya, karena memang tujuannya ingin memajukan dan membangun desa.

“Untuk itu Kades perlu memahami penggunaan anggaran. Utamakan teliti dan jangan asal ngecakke tapi harus melalui proses perencanaan program yang betul-betul matang. Juga agar bekerjasama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dalam rencana program,” tandas Bupati.

Disamping itu Bupati mengingatkan, Kades terpilih untuk bisa menjaga kondusif desanya paska Pilkades terutama menjunjung tinggi budaya jawa yang andap asor, saling menghormati, dan tidak usah berlebihan dalam merayakan kemenangan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Agus Ari Setyadi SSos mengatakan, pelantikan kepala desa akan dilaksanakan Rabu 8 Mei mendatang yang akan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Purworejo.

Untuk itu agar semua Kades terpilih terus menjaga situasi kondusif sampai dengan menjelang pelantikan dan diharapkan jumlahnya tetap sama 343 orang Kades agar bisa dilantik tepat waktu. “Kades terpilih supaya melakukan konsolidasi dengan unsur-unsur yang ada di desa, juga lembaga-lembaganya. Termasuk agar melakukan pendekatan dengan para kompetitor dalam Pilkades kemarin,” jelasnya.

Sedangkan Kabid Puguh Triahtmoko SH MH menjelaskan, terkait ketentuan yang harus diikuti pada saat pelantikan yakni Kades harus mengenakan pakaian dinas upacara Kepala Desa dengan atribut dan kelengkapannya. Demikian juga pendampingnya seperti suami memakai Pakaian sipil lengkap Jas, dan istri memakai pakaian kebaya nasional. “Yang diperbolehkan ikut dalam pelantikan, Kades beserta istri/suami, Ketua BPD, Ketua panitia Pilkades, Kades yang berakhir masa jabatan/Pj Kades. Bagi pengantar selain itu, tidak diperkenankan memasuki area pelantikan,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Komentar