Bupati Buka Pembekalan SPIP Terintegrasi dan PMPRB

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian, SE MM membuka pembekalan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB), di Ruang Arahiwang Setda, Rabu (22/6). 

Bupati mengatakan, setidaknya ada empat misi yang menjadi prioritas bersama dalam rangka mewujudkan Purworejo Berdaya Saing 2025. Salah satunya meningkatkan daya saing kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance).

Dengan menjalankan sistem pemerintahan yang efektif, adil, jujur, transparan dan akuntabel, Pemkab Purworejo bertekad mewujudkan  Clean Government Good Governance, salah satunya  dengan mengimplementasikan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi pada Kementerian/Lembaga/ Pemerintah Daerah memiliki konsep yang berbeda atau lebih kompleks dengan SPIP sebelumnya. 

“Pada periode tahun 2021, pengembangan SPIP dilakukan dengan mendorong penyelenggaraan SPIP tidak hanya sekedar kewajiban atau mandatory, namun juga menjadi sebuah kebutuhan bagi organisasi,” kata Bupati.

Suasana pembekalan SPIP

Dirinya berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan semua Pimpinan PD dapat memahami dan menerapkan dengan baik new SPIP ini agar kinerja seluruh PD di Kabupaten Purworejo semakin meningkat.

Bupati menerangkan instansi pemerintah diwajibkan segera melakukan PMPRB untuk mengetahui pelaksanaan dan pencapaian refromasi birokrasi di lingkungan internal instansi pemerintah. 

PMPRB ini sangat penting dalam mengukur dan menilai serta mengawal pencapaian reformasi birokrasi sebagaimana diharapkan, yakni membawa dampak yang baik bagi perubahan dan tatanan reformasi birokrasi.

Menurutnya untuk mampu menciptakan birokrasi yang kuat, aparat pemerintah harus selalu meningkatkan performa kerja dan melakukan perubahan-perubahan. Dengan demikian, percepatan dalam tata kelola pemerintahan yang baik bisa tercapai. 

“Reformasi birokrasi jangan hanya jadi retorika saja. Reformasi sebenarnya memperbaiki kinerja, yang tadinya sangat tidak simpel menjadi sangat simpel sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat,” imbuhnya. (Nas)

Tinggalkan Komentar