Bupati: 70 Persen Desa Kurang Tertib dalam Kelola Dana Desa

PURWOREJO, Bupati Purworejo Agus Bastian menengarai, 70 persen desa pengelolaan dana desanya kurang disiplin dan kurang tertib. Diantaranya terkait pembuatan laporan surat pertanggujawaban (SPJ) yang masih terlambat, pengusulan dana terlambat, penggunaan dana yang kurang sesuai rencana, dan sejenisnya.

“Oleh karena itu bupati minta kepala desa disiplin dalam mengelola dana desa,”tandas bupati pada Rapat Koordinasi Kepala Desa se Kabupaten Purworejo l, di pendopo kabupaten, Kamis (23/5).

Rakor mengambil tema percepatan pelaksanaan program pemerintah desa menuju desa yang maju aman dan mandiri. Hadir jajaran Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Yuli Hastuti, dan Sekda Drs Said Romadhon.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pengelolaan dana desa harus bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga penggelontoran dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama untuk mempercepat realisasi program-program desa.

“Saya tidak ingin ada kepala desa yang berurusan dengan hukum, karena kesalahan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Yang terpenting harus berhati-hati agar dalam mengelola dana desa benar-benar sesuai peruntukannya,” harap Bupati.

Kepala Kejaksaan Negeri Alex Rahman mengatakan, kejaksaan negeri dalam melakukan tugasnya terkait dana desa yakni pemantauan dan pengawasan. Antara lain pengawasan dari mulai perencanaan, pengelolaan, dan penyaluran dana desa.

Dikatakan, pemetaan menjadi acuan bagi kejaksaan dalam melakukan pengawalan dana desa. Pengawalan yang dilakukan sejak tahap perencanaan itu, dilakukan untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan.

“Dalam empat tahun terakhir Kejaksaan melakukan pengawasan secara preventif dan pembinaan. Tetapi tahun ini kejaksaan merupakan tahun penindakan. Maka saya ingatkan agar penggunaan dana desa benar-benar dipertanggungjawabkan baik administrasi maupun berupa fisik,” tandas Alex Rahman. (A)

Tinggalkan Komentar