BSU Belum Cair, Begini Penjelasan Kepala BPJS Ketenegakerjaan Purworejo

PURWOREJO, Banyaknya pertanyaan dari pekerja seputar belum cairnya Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Purworejo membuat Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purworejo Rosalina Agustin angkat bicara. Menurut Rosa, pihaknya hanya menyampaikan data pekerja yang sesuai dengan kriteria ke pihak Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

Selian itu, pihaknya juga menyampaikan informasi kepada pihak Kemenaker terkait penunjukan empat bank bersama (Himbara) yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. “Dari empat bank itu, di Purworejo tidak ada BTN, sehingga penyaluranya hanya melalui tiga bank saja,” jelas Rosa.

“Semua data sudah kami kirimkan hingga akhir bulan Agustus. Selanjutnya pihak Kemenaker-lah yang melakukan verifikasi terkait data yang kami sampaikan, ” jelas Rosa kepada Purworejo News, Senin (13/9).

Kendalanya, kata Rosa, pihaknya tidak mendapatkan tembusan dari Kemenaker terkait data penerima BSU. “Kami hanya mendapatkan data dari bank penyalur pencairan BSU berisi nama perusahaan dan pekerja yang mendapatkannya,” jelas Rosa.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu dirinya menerima pemberitahuan dari Bank Mandiri terkait pencairan melalui bank tersebut untuk karyawan PT Indotama. “Ya sebatas itu saja,” lanjutnya.

Rosalina Agustin, harap sabar dan logowo

Rosa merinci, ada sekitar 16.000 pekerja di Purworejo yang didata oleh BPJS Ketenagakerjaan Purworejo. Berasal dari sekitar 1.000 perusahaan.

Meski demikian Rosa telah menyeleksi beberapa instansi yang pekerjanya tidak termasuk dalam kategori penerima BSU. Seperti guru, nakes, dan juga lembaga keuangan.

“Kami belum tahu persis mekanisme yang digunakan (Kemenaker) saat pencairan, berdasarkan apa. Tapi yang jelas semua perusahaan di Purworejo yang memenuhi kriteria sudah kami setorkan datanya,” tegas Rosa.

Sebagai pihak yang bertanggungjawab menyampaikan data, Rosa berkomitmen untuk terus memantau perkembangannya. “Meski tidak melalui kami, bisa jadi pihak bank langsung memberitahukan kepada koordinator di perusahaan yang bersangkutan melalui nomor telepon yang sudah tercantum dalam data,” lanjutnya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada calon penerima BSU untuk bersabar. Tapi juga legowo bila memang ternyata tidak menerima subsidi dana senilai Rp 1 juta itu. “Karena kewenangannya di pusat, bukan di kami,” tandas Rosa. (Dia)

 353 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *