BSD di Ngombol, Bupati Imbau Petani Pakai Pupuk Organik

NGOMBOL, Bupati Purworejo Agus Bastian mengunjungi lima desa di Kecamatan Ngombol dalam program Bupati Saba Desa (BSD), Selasa (12/7). Kelima desa yang dikunjungi, yaitu Desa Bojong, Tanjung, Secang, Seboropasar dan Piyono. 

Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Fatimah Verena Prhastyari, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Rita Purnama, para Kepala Perangkat Daerah, Forkopimcam

Bupati menyerahkan 10 santunan dari Baznas kepada warga masyarakat setempat. Bupati juga berdialog dengan warga di setiap desa yang dikunjungi.

Dalam dialog tersebut terkuak informasi terkait pengikisan bahu jalan akibat erosi sungai. Bupati langsung datang ke lokasi tersebut untuk melihat kondisi secara langsung dan melakukan koordinasi dengan OPD terkait.

Bupati serahkan bantuan dari Baznas

“Infonya tadi, setiap tahun selalu terkikis dan di balik tanggul itu banyak pemukiman masyarakat yang akan terdampak. Yang kita takutkan sewaktu-waktu air sungai meninggi, jalan itu akan terputus. Sehingga ini akan kita lakukan langkah- langkah segera,” kata Bupati.

Warga juga menyampaikan aspirasi terkait harga padi yang selalu turun tiap musim panen dan permintaan bimbingan untuk pembuatan insektisida bagi petani. Selain itu, kendala kebutuhan air bersih untuk rumah tangga dan pertanian juga disampaikan.

“Kondisi jalan Cokroyasan-Secang sangat ramai. Kami mengusulkan pemasangan penerangan jalan umum sepanjang 2,3 Km sebanyak 20 titik,” ungkap Widodo, wakil warga.

Ketua TP PKK Fatimah Verena menyerahkan bantun kepada warga

Bupati menegaskan agar kepala desa harus mengoptimalkan penggunaan anggaran DD ADD agar tepat guna, untuk melakukan pembangunan di desa. Sehingga diharapkan desa semakin sejahtera. 

Menanggapi harga pupuk, Bupati menegaskan sudah ada standar harga secara nasional. Dirinya meminta masyarakat melaporkan jika ada penyelewengan dari pengecer yang menjual tidak sesuai aturan.

Selain itu, kata Bupati, pemerintah sedang mengkampanyekan agar petani kembali ke organik untuk pemulihan kualitas tanah. 

“Pembimbingan pembuatan inseptisida saya kira bisa, silakan mengajukan surat permohonan ke DKPP. Kita juga telah memproduksi pupuk organik sejak tahun 2020, dan menghasilkan 300 ton ,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Komentar