Bruno Sport Tourism Dilaunching: Padukan Olah Raga dan Pesona Alam

BRUNO, Semangat Kecamatan Bruno untuk menjadikan wilayah yang terletak di area perbukitan sebagai jujugan wisata yang dipadukan dengan event olah raga, diwujudkan hari Minggu (3/10) melalui Launching Bruno Sport Tourism (BST)

Sport tourism merupakan kegiatan wisata yang dipadukan dengan aktivitas olah raga. Dari 16 kecamatan di Purworejo, baru Bruno yang mencanangkan kegiatan tersebut dalam programnya.

Apel BST digelar di halaman kantor Kecamatan Bruno, dihadiri Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Lukman Hakim, S.Sos, M.Si, jajaran perangkat desa di Kecamatan Bruno, serta atlet dan pelaku wisata di kecamatan tersebut.

Puluhan siswa yang berasal dari perwakilan SD, SMP, SMA, serta warga pun tampak semangat menyanyikan lagu Bruno Sport Tourism dan Bruno Kota Wisata, keduanya diciptakan oleh Camat Bruno, Netra Asmara Sakti, MT dengan diiringi komunitas seni lokal.

Pemukulan kentongan serta pelepasan burung oleh Dandim menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan BST. Yakni berupa demo beberapa cabor unggulan, serta kegiatan vaksinasi untuk pelaku wisata dan atlet di Kecamatan Bruno. Sore harinya dilanjut dengan uji coba olah raga paralayang di kawasan Curug Muncar.

Dandim Letkol Inf Lukman Hakim dan Camat Netra Asmara Sakti

Dandim yang menjadi pembina upacara mengapresiasi kegiatan BST tersebut. “Sudah komplet ini, olah raga dan olah vokalnya, semuanya bagus,” puji Dandim.

Meski jauh dari kota, lanjut Dandim, tapi masyarakatnya memiliki semangat yang tinggi untuk maju, yakni dengan menggerakkan sektor wisata dan olah raga.

Dandim juga mengingatkan bahwa Covid-19 masih ada sehingga dalam beraktivitas masyarakat agar selalu disiplin mematuhi prokes.

Netra Asrama Sakti mengungkapkan, selama ini masyakarat memimpikan  Bruno menjadi sebuah kota yang indah serta berbudaya melalui kegiatan wisata dan olah raga.

“Kami berikhtiar dan bergerak cepat melalui berbagai kegiatan, diantaranya lewat kegiatan BST ini,” ucap Netra di hadapan peserta apel.

Grup paduan suara membawakan lagu ciptaan Camat Bruno Netra Asmara Sakti

Tujuannya, lanjut Netra, agar masyarakat sehat dan produktif melalui aktivitas olah raga.

BST juga merupakan upaya branding yakni Bruno Indah dan Barokah. Selain sebagai potensi wisata karena alamnya yang indah, Netra juga mengedepankan kultur masyarakat yang religius, santun, serta giat bekerja dan berolahraga.

“Perpaduan antara karunia alam yang indah serta kultur masyarakat yang agamis dan giat bekerja agar barokah itulah yang mendorong lahirnya tagline Bruno Indah dan Barokah,” kata Netra saat ditemui Purworejo News, Minggu (3/10).

Menurutnya, ada tiga pilar aktivitas  terwujudnya daerah wisata yang indah dan barokah. Pertama, peningkatan semangat dan prestasi olahraga. Lalu membangun karakter masyarakat melalui optimalisasi destinasi pariwisata yang ada.

Terakhir, menumbuhkan ekonomi kreatif bagi masyarakat . “Hal ini selaras dengan kemajuan dan tujuan yang dicita- citakan, yakni Bruno menjadi Kota Wisata di Kabupaten Purworejo,” tegas Netra.

Olahraga paralayang di kawasan obyek wisata Curug Muncar

Melalui potensi wisata Netra berharap masyarakat siap menjadi tuan rumah untuk menerima turis atau wisatawan berkunjung ke Bruno.

Kegiatan BST didukung dengan berbagai event olah raga di berbagai destinasi alam. Di anataranya kompetisi sepak bola di lapangan olah raga Desa Blimbing, voli, sparing tenis meja di Aula Kecamatan Bruno,.

Juga latihan bersama atlet olah raga pencak silat, badminton yang dilakukan bersama antar klub, serta sepak takraw yang menjadi andalan Kecamatan Bruno. Terkini, yakni olah raga petualangan paralayang yang sedang dalam tahap uji coba.

Selain di tingkat kecamatan, lanjut Netra, masing-masing Pokdarwis yang ada di desa juga mengadakan kegiatan yang mensupport tagline Bruno serta agenda BST tersebut. Seperti mendirikan camping ground.

Dalam menggerakkan ide-ide tersebut, Netra membentuk event organizer (EO) bernama Bersama Bruno Bisa (3B). “Tugasnya membantu saya menuangkan gagasan atau ide ke dalam format acara serta mengkomunikasikan kepada masyarakat Bruno serta masyarakat umum,” ucapnya.

Vaksinasi bagi atlet dan pelaku wisata

Terkait ide pencanangan BST ini, Netra mengaku menyiapkannya dalam jangka waktu satu bulan. Termasuk proses penciptaan lagu Bruno Sport Tourism dan Bruno Kota Wisata.

Jiwa seni Netra tak sia-sia dituangkannya dalam bentuk karya lagu untuk menggambarkan keindahan dan keelokan alam Bruno serta masyarakatnya yang santun dan giat bekerja serta berolahraga.

“Dua lagu itu akan terus kami gaungkan dalam berbagai event, termasuk bulan November mendatang yakni saat peresmian rest area di tempat wisata Tegalsari,” lanjut Netra.

Ia sangat bersungguh-sungguh mewujudkan komitmennya menjadikan Bruno sebagai Kota Wisata yang unggul dalam tiga bidang: pendidikan, olah raga, dan pariwisata.

Di bidang pendidikan, sepanjang sejarahnya, baru pada tahun 2020 Bruno punya SMK, yakni SMK Ma’arif di Desa Blimbing.

Dandim, Camat dan para perangkat desa di Kecamatan Bruno

“Sebagian besar pemuda Bruno hidup merantau. Melalui pendidikan, mereka akan punya skill atau keahlian selama merantau sebagai bekal hidup,” begitu falsafahnya.

Netra bersyukur, selama tiga tahun kepemimpinannya Bruno mengalami beberapa lompatan. “Masyarakatnya berpikiran maju namun tetap agamis dan berbudaya”.

Netra optimistis, tagline Bruno Kota Wisata akan bisa segera terealisasi.  Berbagai sarpras pendukung termasuk akses jalan sudah siap.

“Tahun depan Insyaallah akan kami adakan resepsi untuk melaunching Kota Wisata tersebut,” pungkasnya mantap. (Dia)

 1,121 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *