Bina UMKM Berorientasi Ekspor, Dinas KUKMP Hadirkan Ahli dari Melbourne

BANYUURIP, Setelah mengalami pandemi Covid-19, diperlukan terobosan untuk membantu dan memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sehingga UMKM dapat bertahan dan berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi, termasuk berorientasi ekspor. 

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, SH saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Produk-Produk UMKM Berorientasi Ekspor, di Kelurahan Borokulon, Kecamatan Banyuurip, Kamis (24/11). 

Hadir Kadin KUKMP Gatot Suprapto SH, Tenaga Ahli Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas KUKMP Kabupatem Purworejo, George Iwan Marantika, MBA, narasumber Platform E-commerce Tapp dari Melbourne, Jessen Weng, Robert Song Wenda XV dan Zikai Kai, serta Kelompok Tani Margo Rahayu Desa Tlahab Kledung Kabupaten Temanggung. 

“Upaya khusus sangat krusial bagi pemberdayaan UMKM, agar mampu mengelola dengan baik potensi sumber daya yang ada disekitarnya serta dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya. 

Wabup menambahkan, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Purworejo mencapai 52.661 unit, yang didominasi oleh sektor perdagangan dan industri olahan. Industri kerajinan bambu merupakan salah satu komoditas unggulan, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Wabup Yuli Hastuti, kerajinan bambu unggulan Purworejo

“Sebab memiliki sumber daya yang melimpah, baik bahan baku, pengrajin, serta potensi pasar domestik maupun pasar ekspor yang masih terbuka luas, ” ungkapnya.

Potensi lain adalah dari produk perkebunan kopi. Dengan luasan lahan mencapai 500 hektar lebih berkapasitas produksi 171 ton. Namun yang telah dikelola dengan baik dan dikemas baru mencapai 15%. Potensi ini besar tetapi perlu dikembangkan.

Gatot Suprapto melaporkan bahwa kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Produk-Produk UMKM Berorientasi Ekspor merupakan event kegiatan dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan para pelaku UMKM tentang ekspor.

“Acara ini diikuti pelaku UMKM Kopi berjumlah 40 orang dan pelaku UMKM kerajinan (craft) sebanyak 10 orang,” pungkasnya

Sedangkan Jessen Weng dari aplikasi e-commerce Tapp mengatakan bahwa Tapp Indonesia sangat berkomitmen di bidang UMKM dengan jaringan yang sangat luas di Indonesia. 

“Fokus kami adalah edukasi dan training bagi rekan-rekan UMKM yang sudah bergabung dengan Tapp. Terutama cara memaksimalkan teknologi dan menyampaikan informasi,” jelasnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *