Perhutani KPH Kedu Selatan Bagikan 7.611 Paket Sembako kepada Pekerja Hutan

PURWOREJO, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan membagikan bingkisan lebaran berupa paket sembako kepada 7.611 tenaga kerja hutan kayu dan non kayu dalam wilayah hutan Kedu Selatan. Paket berisi beras, minyak goreng dan gula pasir itu dibagikan serentak di Kabupaten Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara dan Wonosobo, Jumat (22/5). 

Bantuan ini diberikan kepada masyarakat desa hutan yang bekerja sebagai tenaga penyadap pinus dan kopal dan tenaga tebangan di KPH Kedu Selatan.

Untuk wilayah Purworejo dibagikan kurang lebih 1.979 paket secara bertahap menyebar di wilayah Resort Pemangkuan Hutan Katerban, Loano, Gebang, Sawangan, Kemiri dan Bruno.

Administratur KPH Kedu Selatan, Yudha Suswardhanto usai penyerahan menyampaikan ucapan terima kasih kepada tenaga kerja hutan yang selama ini menjadi mitra kerja dalam pengelolaan sumber daya hutan di Perhutani.                          

“Sembako ini merupakan wujud kepedulian Perhutani terhadap pekerja hutan di wilayah KPH Kedu Selatan dalam menyambut Idul Fitri 1411 H dan mengurangi dampak Covid 19. Semoga dengan doa para pekerja semua produksi menjadi lancar, tepat waktu dan melampaui target,” harap Yudha.

Para penerima bingkisan sembako

Disamping bingkisan sembako, sebelumnya Perhutani KPH Kedu Selatan telah membagikan kurang lebih 8 ribu masker kepada tenaga kerja kehutanan dan karyawan sebagai dukungan dan antisipasi mencegah pandemi covid 19. 

Pak Bitun, salah seorang penyadap getah dari RPH Loano, mewakili seluruh penyadap sangat senang atas perhatian Perhutani di bulan suci Ramadhan ini dan berharap agar Perhutani tetap selalu melibatkan mereka sebagai tenaga kerja  di lapangan.

Adanya kegiatan menyadap ini sangat besar dampaknya menambah penghasilan sehari hari masyarakat desa, katanya.

Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Selatan merupakan bagian dari Perum Perhutani yang wilayah pengelolaan hutannya secara administratif tersebar di 5 Kabupaten yaitu Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas mencakup 267 desa hutan.

Dalam pengelolaannya membuka akses kepada masyarakat desa hutan untuk turut terlibat dalam pengelolaan sumberdaya hutan antara lain kegiatan produksi, pengelolaan lahan di bawah tegakan dan jasa lingkungan seperti wisata alam melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang telah berbadan hukum. 

Harmonisasi Perhutani dengan masyarakat ini adalah peran Perhutani dalam mendukung sistem kelestarian lingkungan, sistem sosial budaya dan sistem perekonomian masyarakat perhutanan based of sustainable forest management. (R)

Tinggalkan Balasan