Dalam Tiga Tahun Terakhir, Kinerja Bank Purworejo Terus Meningkat

PURWOREJO, Kinerja Perusahaan Daerah BPR Bank Purworejo dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2017 aset bank milik Pemkab Purworejo itu baru sebesar Rp 172,3 M, lalu meningkat jadi Rp 217,4 M (2018), dan akhir Desember 2019 meningkat lagi jadi Rp259,6 M.

Demikian dipaparkan Direktur Utama Bank Purworejo, Wahyu Argono Irawanto, SE, MM, di depan puluhan awak media dan mitra pengusaha, dalam Gathering Bank Purworejo dengan Pewarta Purworejo, Selasa (11/8) malam.

Lebih jauh Wahyu memaparkan, dalam kurun waktu tiga tahun itu pula dana masyarakat yang berhasil dihimpun mengalami pertumbuhan rata-rata 21%. Tahun 2017 jumlah dana masyarakat sebesar Rp 95,1 M, lalu setahun kemudian naik menjadi Rp 115,3M dan pada akhir Desember meningkat jadi Rp 139,6 M.

“Dana masyarakat berupa tabungan dan deposito. Tabungan tumbuh sebesar 34% sedang pertumbuhan deposito hanya 10%,” imbuh Wahyu.

Dalam hal penyaluran dana masyarakat berupa kredit, kata Wahyu, selama kurun waktu lima tahun terakhir juga terjadi peningkatan. Tahun 2015 kredit yang disalurkan ke masyarakat baru Rp 99,2 M. Lima tahun kemudian yaitu akhir Desember 2019, naik pesat menjadi Rp 232,8 M.

Tiga pengusaha properti, testimoni

Wahyu juga menyatakan, sejak ia memimpin Bank Purworejo tahun 2007, kesehatan bank terus menerus meningkat. Salah satunya adalah angka CAR (Capital Adequacy Ratio) atau rasio kecukupan modal yang mencapai di atas 12% yang berarti bank dalam kondisi sehat.

“Yang membanggakan kami adalah, sudah 4 tahun Bank Purworejo tidak mendapatkan setoran modal dari Pemkab Purworejo. Sepeser pun tidak ada uang Pemkab yang mengendap di bank,” tandas Wahyu yang menjabat Dirut selama 13 tahun.

Wahyu menegaskan kembali bahwa Bank Purworejo berencana mengubah diri menjadi BPR Syariah. Saat ini tim yang dibentuk sudah mulai bekerja dan ditargetkan dalam waktu tiga tahun bisa terwujud.

“Mengubah bank konvensional menjadi bank syariah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak sekali perubahan yang harus dilakukan, termasuk pengurusan dokumen perusahaan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu tiga pengusaha properti yang jadi mitra Bank Purworejo, yaitu Ardani Yusuf, Ferry Susetyo dan Widi, memberikan testimoni mengenai mudahnya bermitra dengan Bank Purworejo.

“Terutama di saat pandemi covid-19 saat ini, dimana dunia usaha sedang macet. Kami dengan mudah dibantu solusinya,” kata Ardani. (Nas)

Tinggalkan Balasan