Bupati Mengaku Tersiksa dan Sulit Tidur Akibat Proyek Penataan Alun-alun

PURWOREJO, Bupati Purworejo H Agus Bastian, SE, MM mengaku tersiksa dan trauma setelah melihat hasil akhir proyek penataan Alun-alun Purworejo tidak seperti yang diharapkan. Akibatnya bupati ragu-ragu akan membenahi Alun-alun Kutoarjo, karena khawatir kejadiannya akan terulang.
“Terus terang saya prihatin menghadapi masalah alun-alun. Sebenarnya itu pekerjaan yang mudah, tapi jadi kelihatan sulit,”ungkap Bupati pada acara Buka Bersama Awak Media, di Peringgitan Rumah Dinas Bupati, Selasa (5/6) sore.
Hadir pula dalam acara itu Wakil Bupati Yuli Hastuti, SH, Sekda Drs Said Romadhon, Asisten III Sekda Drs Muh Wuryanto, MM, Kepala Kantor Kemenag Bambang Sucipto dan Kabag Humas Setda Agus Ari Setiadi.
“Terus terang, (akibat masalah alun-alun) tiap hari saya tersiksa. Tiap malam rasanya sulit tidur. Keluar rumah dinas ketemu alun-alun. Masuk ke rumah dinas melihat alun-alun. Masuk ke kantor ketemu alun alun, keluar juga ketemu alun-alun,”ungkapnya.
Bupati mengakui, Alun-alun bikin pusing. Mau benahi alun-alun Kutoarjo jadi takut. Namun menurut bupati itu semua risiko yang yang harus diterima sebagai pejabat publik.
Menurut Agus Bastisn, proyek penataan Alun-alun Purworejo mestinya tidak semahal itu. Bahkan jika dia yang menggarap proyek itu, mungkin anggarannya tidak sebanyak itu.
“Sayangnya kita tak bisa menunjuk kontraktor untuk menangani proyek seperti Alun-alun. Tapi harus melalui mekanisme tender. Disamping itu untuk menggarap proyek area publik, tak semua pengusaha lokal memenuhi syarat,”tandasnya.
Bupati mengatakan, selama hampir tiga tahun pihaknya merasa sudah berbuat banyak membenahi Purworejo. Tapi ia merasa masih dipisuih, bahkan sering menerima kritik yang tajam oleh media.
“Tapi ora popo. Semoga dengan kritik media saya bisa memberikan pelayanan yangg terbaik bagi masyarakat,”pungkasnya. (Nas)

Tinggalkan Balasan