Bendungan Bener Selesai, Petani Purworejo Dapat Menanam di MT 3

NGOMBOL, Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di wilayah Kabupaten Purworejo seperti Bendungan Bener diharapkan dapat  berdampak positif bagi petani Purworejo. Bendungan Bener nantinya akan menambah pasokan air yang juga dapat digunakan untuk pengairan sawah petani.

Hal tersebut dikatakan Bupati Purworejo Agus Bastian, SE, MM saat melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Ngombol, Kamis (28/7).

Dalam BSD kali ini, Bupati beserta rombongan mengunjungi Desa Karangtalun, Susuk, Wunut, Klandaran dan Desa Cokroyasan  di Kecamatan Ngombol.

Bupati disambut hangat oleh ibu-ibu di desa yang dikunjungi

Turut serta dalam rombongan diantaranya Staf Ahli Bupati Rita Purnama, Kepala Dinas Kominfostasandi, Yudhi Agung Prihatno, dan sejumlah perwakilan OPD.

Menurut Bupati, pembangunan Bendungan Bener yang diprediksi selesai pada tahun 2027 itu akan membuat petani dapat menanam di Musim Tanam 3 (MT 3) dengan tenang tanpa khawatir ketersediaan air.

“Walaupun begitu, kita masih punya PR untuk permasalahan pupuk dan harga jual gabah yang relatif turun sekarang ini. Di Kabupaten Purworejo sendiri ada Sistem Resi Gudang yang akan menampung gabah warga, selanjutnya warga akan menerima resi yang bisa digunakan sebagai agunan di Bank Jateng,” jelasnya.

Bupati nenyerahkan bantuan Baznas

Selain itu, Agus Bastian berpesan bahwa dana transfer ke desa berupa DD/ADD kini berada di kisaran Rp 1 miliar setiap desa, menyusul disahkannya Undang – Undang tentang Desa. Dengan adanya UU tersebut, desa diberikan prioritas utama dan kebebasan untuk membangun wilayahnya.

“Desa dijadikan sebagai ujung tombak pembangunan atau sering disebut membangun dari pinggiran. Jika desanya maju maka daerah juga akan ikut maju. Walaupun desa kini lebih berdaya, namun perlu kehati-hatian dalam penggunaan anggaran, agar tidak terjadi penyimpangan dan berurusan dengan hukum,” ungkapnya.

Selain menyerahkan BLT Dana Desa dan santunan dari Baznas, Bupati juga berpesan agar jika penganggaran telah kembali normal, dana untuk pemberdayaan masyarakat khususnya PKK dapat dinaikan. Hal itu agar PKK dapat mengembangkan program – programnya, sehingga lebih memberikan manfaat kongkrit kepada masyarakat luas. (Nas)

Tinggalkan Komentar