Belanja Minimal Rp 20.000 di Kampung Ramadhan, Pulang Bisa Bawa Pulang Kambing

PURWOREJO, Meski belum sepenuhnya pulih, semangat para pelaku UMKM di Kabupaten Puworejo sudah mulai terasa usai didera badai pandemi Corona yang telah berlangsung setahun lebih. Spirit untuk kembali bangkit dan saling menguatkan itu diwujudkan oleh para pelaku UMKM dalam satu wadah untuk menyemarakkan bulan Ramadhan tahun ini.

Dinamai Kampung Ramadhan, karena space yang disediakan memang untuk memenuhi kebutuhan dan pernak pernik selama bulan Ramadhan, terutama kudapan atau kuliner. Dibuka mulai Ramadhan hari kedua atau hari Rabu (14/4), di lahan yang terletak di sebelah utara Kantor BRI Tambakrejo itu tersedia puluhan jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Di lapak yang ditata dengan menggunakan meja dari anyaman bambu itulah, aneka jajanan digelar, dari mulai kolak, jus, dawet, roti, gorengan, serta panganan mentah yang siap digoreng juga tersedia seperti empek-empek dan geblek. Termasuk beberapa lauk khas seperti garang asem. Berbagai pernik asesoris juga dijual di lapak yang mulai buka pukul 14.00 sampai 18.00 tersebut.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan spot selfi untuk pengunjung yang suka eksis di sosmed. Terletak di sudut, sebuah tempat untuk berswa foto bernuansa vintage lengkap dengan sepeda unta dan aksesoris ndeso seperti caping dan cething nasi terbuat dari anyaman bambu bisa digunakan pengunjung untuk melengkapi koleksi swa foto mereka.

Salah satu sudut Kampung Ramadhan

Hal yang tak kalah menariknya yakni ketika berbelanja minimal senilai Rp 20.000, pengunjung akan mendapatkan kupon undian dengan hadiah berupa dua ekor kambing untuk dua orang yang beruntung. Ketua panitia kegiatan yang juga Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Purworejo Agung Riyawan menyebut, nantinya panitia akan mengundi kupon yang masuk pada akhir acara atau tanggal 12 Mei sore hari.

Agung menambahkan, selain dua ekor kambing, panitia juga menyediakan puluhan hadiah menarik lainnya untuk pengunjung. “Sepertinya hanya di sini tempatnya, nglarisi UMKM berhadiah kambing,” ungkap Agung.

Dijelaskannya, produk yang dijual merupakan buatan pelaku UMKM Kecamatan Purworejo yang terdaftar dalam paguyuban. “Sistemnya konsinyasi atau titip jual. Kami menyediakan petugas untuk menjaga barang titipan dari teman-teman UMKM,” imbuh Agung.

Dirinya mengakui, respon masyarakat masih kurang mengingat kegiatan itu baru berjalan dua hari . Tapi ia optimistis, kegiatan itu dapat menarik minat masyarakat khususnya yang berada di perkotaan untuk berkunjung sambil berswa foto. Siapa tahu juga beruntung bisa membawa pulang kambing yang disediakan panitia.

Sama seperti para pelaku usaha UMKM lainnya, Agung berharap kegiatan itu dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga pelaku UMKM dapat terus eksis menggerakkan roda perekonomian. Selain itu juga masyarakat tergerak untuk menumbuhkan semangat Nglarisi Purworejo. (Dia)

Tinggalkan Komentar