Bawaslu Ikut Kawal Pengiriman Surat Suara untuk Pilkada Purworejo

PURWOREJO, Bawaslu Kabupaten Purworejo melakukan pengawasan proses pembuatan surat suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Purworejo tahun 2020 di PT Kompas Gramedia Unit Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin-Kamis (16-19/11). Bawaslu mengawasi proses packing, dan pengiriman ke gudang logistik milik KPU Kabupaten Purworejo.

Dalam rilis yang diedarkan kepada media, Jumat (20/11) disebutkan, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Purworejo, Ali Yafie, S.Sy mengatakan, surat suara yang dicetak sebanyak 622.051 eksemplar.

“Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah 2,5 % dari jumlah DPT per Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Ali.

Ali mengatakan, proses cetak surat suara berdasarkan timeline dilakukan selama tiga hari. “Tapi proses cetaknya dapat diselesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Pada Kamis pekan lalu sudah selesai walaupun belum masuk proses pemotongan,” kata Ali.

Proses yang cukup lama, lanjut Ali, yakni pada tahap pemotongan kertas dan pengepakan, karena harus menunggu antrean cetakan yang lain.

Pengiriman surat suara dari percetakan

Ali menjelaskan, Kamis (19/11) pukul 08.30 WIB surat suara sudah dikirim menggunakan truk ekspedisi menuju Kabupaten Purworejo. Bawaslu Purworejo juga turut mengawal pengiriman tersebut.

“Proses pengiriman surat suara mendapatkan pengawalan ketat. KPU Purworejo bersama dua anggota Polres mengawal pengiriman surat suara,” jelasnya.

Custumer Service Officer Kompas Gramedia Unit Cikarang, Heribertus Hasta mengatakan, surat suara dicetak menggunakan kertas jenis HVS dengan ukuran 27×23 sentimeter dan berat 80 gram. Dijelaskan, surat suara yang gagal cetak akan dihancurkan menggunakan mesin pencacah kertas.

“Selanjutnya kami cacah, kemudian dilebur menjadi bubur kertas dan di daur ulang lagi. Karena masih ada nilai ekonomis,” kata Hasta.

Surat suara kemudian akan disortir dan mulai dilipat pada hari Minggu hingga Kamis (22-26/11). “Kalau ada kerusakan di luar tanggung jawab percetakan maka dapat dicetak ulang sesuai dengan Berita Acara percetakan surat suara ulang setelah dilakukan sortir oleh petugas,” kata Ali. (Dia)

 126 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *