Bank Sampah “Migunani” Gelar Pelatihan Buat Kerajinan dari Limbah Rumah Tangga

PURWOREJO, Tas cantik, tempat tisu, sabun, dan lilin ternyata dapat dihasilkan dari limbah rumah tangga. Hal itulah yang dilakukan oleh Bank Sampah “Migunani” Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga pada Rabu (25/1) sore. Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan yang diadakan di Balai RW 8 Perum KBN itu.

Dengan memanfaatkan limbah berupa kaleng oli, tutup botol air mineral, serta minyak jelantah (mijel), para peserta membuat tas cantik, tempat tisu, sabun, dan lilin dengan nara sumber Neneng Suparwati, Ketua Pokja 2 TP PKK Kabupaten Purworejo.

Selain diikuti anggota serta pengurus Bank Sampah “Migunani”, pelatihan juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Kelurahan Pangenjurutengah Sri Sugiyanti Widodo dan Ketua Pokja 3 TP PKK Kabupaten Purworejo Ruswasjito beserta pengurus.

Ketua Bank Sampah “Migunani”, Kismiyati mengungkapkan, bank sampah di Perum KBN berdiri pada tanggal 2 Februari 2022 dengan embrio dari satu bank sampah yang ada sebelumnya.

Neneng menjelaskan proses pembuatan tempat tisu dari tutup botol

Setelah itu dikembangkan menjadi 14 kelompok bank sampah yang berasal dari jumlah dawis di Perum KBN. Adapun keuangan hasil penimbangan sampah dijadikan modal simpan pinjam dari dan untuk anggota.

“Sedangkan limbah sampahnya kali ini dimanfaatkan untuk membuat barang -barang yang bermanfaat melalui pelatihan. Ini merupakan program kerja yang diikuti setiap kelompok dua orang. Diharapkan ilmu yang didapat bisa ditularkan di masing-masing kelompoknya,” tutur Kismiyati.

Ketua TP PKK Kelurahan Pangenjurutengah Sri Sugiyati pun merasa bangga anggota PKK di RW 8 tidak hanya memilih dan memilah sampah, tetapi juga mengolah menjadi barang yang bermanfaat.

Adapun Ruswarjito mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diharapkan dapat diikuti oleh RW lain di Kelurahan Pangenjurutengah. “Pilah sampah memang harus ada di setiap rumah tangga. Yang organik bisa dijadikan kompos dan yang non organik bisa dijadikan karya kreasi yang bermanfaat seperti halnya yang dilakukan kali ini,” jelasnya.

Ketua Bank Sampah “Migunani” Kismiyati

Para peserta pun antusias mengikuti pelatihan. Mereka sebelumnya telah membawa bahan baku yang dibutuhkan seperti tutup botol air mineral dan mijel. Selebihnya disediakan oleh nara sumber.

Selain dapat dijadikan sebagai ajang kreasi, pengolahan limbah tersebut juga bisa meningkatkan nilai ekonomi karena dapat dijual.

Ilmu yang diperoleh pun dapat ditularkan di masing-masing dawis. Nantinya Bank Sampah berencana akan membuat lomba kreasi dari limbah rumah tangga tersebut. (Dia)

Tinggalkan Komentar