Bandungrejo Terima Bantuan Alat Pengolah Sampah dari Kementerian Ristek Dikti

BAYAN, Pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Bayan, menerima bantuan seperangkat alat pengolahan sampah dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) melalui usulan anggota Komisi X DPR RI. Penyerahan alat dilakukan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ir Bambang Sutrisno, di Balai Desa Bandungrejo, Senin (26/8).

Adanya alat berteknologi tepat guna tersebut diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mengelola sampah, baik organik maupun anorganik, yang selama ini menjadi masalah.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi pengelolaan sampah terpadu, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Biro LP2M Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) Dr H Nasirudin, SU, dan, dan dosen Prodi Energi Terbarukan ITY selaku Ketua Tim Pengusul Program PPTTG Kemenristek Dikti untuk Desa Bandungrejo, Rosiana Indrawati, ST, M.Eng.

Bambang Sutrisno menyebut, alat yang diserahkan merupakan salah satu usulannya sebagai solusi bagi warga di Kabupaten Purworejo dalam mengatasi masalah sampah. Lebih dari itu, pola pengelolaan sampah terpadu yang dilakukan warga Desa Bandungrejo diharapkan dapat menjadi percontohan bagi warga di desa lain.

“Sebagai seorang arsitek, saya melihat sampah ini memang menjadi masalah utama dalam pembangunan rumah. Di beberapa daerah, seperti Jakarta, sampah bahkan bisa jadi musibah karena tempat pembuangan sampah akhir yang overload,” sebutnya.

Menurut Bambang, pengelolaan sampah yang baik akan berdampak positif pada banyak hal. Selain lingkungan hidup yang bersih dan sehat, ekonomi warga juga dapat meningkat.

“Kita mulailah dari sampah rumah tangga, dari memilah-milah. Kalau dilakukan dengan serius, maka akan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,” ungkapnya.

Sementara itu Rosiana Indrawati menjelaskan, bantuan alat produksi ITY yang diberikan antara lain satu unit mesin pencacah sampah organik, satu unit mesin pencacah sampah organik, pengayak organik, 29 tempat sampah pemilah, dan 20 unit komposer. Sebagai uji coba, rencananya alat dimanfaatkan 20 KK atau kelompok warga.

“Dengan alat ini sampah organik akan diolah menjadi kompos dan yang anorganik akan diolah menjadi biji-biji plastik yang bernilai ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Bandungrejo, Maman, menyebut ada sekitar 800 KK di wilayahnya. Adanya bantuan alat sangat bermanfaat mengingat selama ini banyak sampah rumah tangga dan pasar desa yang belum termanfaatkan dengan baik. Ke depan, alat akan ditempatkan di salah satu ruangan pasar desa dan dikekola oleh Bumdes.

“Selama ini bank sampah juga belum ada, tadinya sampah hanya dikumpulkan di pinggir jalan pasar desa dan ada yang orang mengambili. Adanya alat ini sangat membantu,” sebutnya. (W5)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *