Bahas Persoalan Krusial Bidang Pendidikan, PGRI Purworejo Gelar Konferensi Kerja

PURWOREJO, Sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus selama setahun, PGRI kabupaten Purworejo menggelar Konferensi Kerja tahun ketiga masa bakti XXII. Acara yang diadakan di Gedung PGRI itu dihadiri Wabup Yuli Hastuti, SH, Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, MH, M. Hum, Kepala Dindikbud Wasit Diyono, S.Sos, dan Kepala Kantor Kemenag Fathurachman, M.Pd. I.

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus, menurut ketua panitia Eko Partono, M.M.Pd, konferensi juga dilakukan untuk menerapkan rencana kerja serta membahas dan menetapkan rencana anggaran belanja organisasi tahun 2023.

“Tugas konferensi yakni menetapkan program kerja yang belum ditetapkan. Termasuk menentukan sikap dan strategi organisasi dalam menghadapi situasi yang berkembang saat ini khususnya di bidang pendidikan.” ucap Eko.

Ia menambahkan, konferensi dihadiri 15 unsur pengurus kabupaten. Antara lain PGRI provinsi, utusan dewan pembina dan dewan pakar kabupaten, Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) kabupaten, pengurus perempuan PGRI kabupaten, pengurus jurnal, solidaritas, serta tim peninjau dari berbagai organisasi.

Ketua PGRI Kabupaten Purworejo Irianto Gunawan, S.Pd menyatakan, pembahasan paling krusial dari konferensi yakni meningkatkan anggota PGRI di segala bidang agar solid dan punya jiwa solidaritas.

Ketua Panitia Eko Partono

Irianto pun menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi yang tiada henti berinovasi dan berkreasi. Diantaranya, kata Irianto, PGRI memberikan pelatihan Teknologi Informasi kepada para guru meski Pemda belum mengadakannya.

“PGRI diharapkan dapat bertransformasi untuk meningkatkan pelayanan kepada anggotanya agar mendapat tempat di masyarakat,” ucap Irianto.

Sementara Wakil Bupati Yuli Hastuti mengatakan bahwa guru menjadi komponen yang paling bertanggungjawab memajukan dunia pendidikan.

“Dukungan PGRI diharapkan memiliki peran dalam pembangunan di Purworejo. PGRI pun
diharapkan dapat menghasilkan program berkualitas untuk Purworejo, serta menjalin solidaritas diantara keluarga besar guru,” tandas Yuli Hastuti sebelum membuka acara konferensi. (Dia)

Tinggalkan Komentar