Atasi Kekurangan Air Petani, Pemkab Rehab 8 Bendung dan Saluran Irigasi

PURWOREJO, Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun 2022 ini merehabilitasi jaringan irigasi di delapan Daerah Irigasi (DI). Kegiatan rehabilitasi itu dibagi menjadi delapan paket pekerjaan.

Adapun dana yang dikucurkan untuk membiayai delapan paket pekerjaan itu mencapai Rp 19 miliar lebih, berasal dari APBD kabupaten (Rp 13 M) dan Dana Alokasi Khusus (Rp 6 M).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo Suranto, S.Sos, MPA melalui Kabid Sumber Daya Air, Gunarto, menjelaskan, kedelapan paket pekerjaan tersebut yaitu rehab DI Kebangsan, DI Gedangan, DI Jrakah, DI Kaliharjo, DI Kalimeneng Kiri, DI Kaliaemo, DI Kedondong dan DI Ploro.

Bendung DI Ploro

“Proyek rehab jaringan irigasi ini untuk bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air petani. Sebelum ini ketersediaan air untuk MT 1 dsn MT 2 kurang lancar akibat bendung dan saluran rusak,” ujar Gunarto.

Proyek rehabilitasi jaringan DI Kebangsan dibiayai DAK sebesar Rp 4,98 M berupa rehab bendung dan perlengkapannya, proyek rehabilitasi jaringan DI Kedondong APBD Kabupaten Rp 4,09 M berupa bendung dan saluran sepanjang tiga Km.

“DI Kebangsan untuk mengairi 125 ha sawah, sedang DI Kedondong untuk 172 ha sawah,” jelas Gunarto, di ruang kerjanya, Senin (5/9).

Dijelaskan, dari delapan paket tersebut, realisasi pekerjaan empat paket di antaranya melebihi target. Sedang enpat paket lainnya minus karena kendala teknis di lapangan. Secara keseluruhan hingga akhir Agustus realisasi pekerjaan mencapai 33,97% dari target 34,62%.

Gunarto

“Progres pekerjaan di DI Kebangsan minus karena masih sering turun hujan di awal kontrak (Juli-Ags), sehingga pekerjaan lantai dan mercu bendung belum bisa maksimal. Sedang di DI Gedangan, lokasi sering tergenang karena pasang-surut air laut (irigasi di daerah rawa),” terangnya.

Menurut Gunarto, seluruh proyek tersebut dijadwalkan rampung Desember 2022. Jika proyek selesai, kedelapan bendung dan saluran sepanjang 11.223 meter itu bakal mengairi 1.194,68 ha sawah.

“Insyaallah seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal yang ditentukan di kontrak,” pungkas Gunarto. (Nas)

Tinggalkan Komentar