Askab Wacanakan Pendirian Diklat untuk Majukan Sepakbola Purworejo

PURWOREJO, Untuk bisa menghasilkan pemain dan tim yang berkualitas, Kabupaten Purworejo harus memiliki Diklat sepakbola. Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purworejo, Angko Setyarso Widodo, dalam jumpa pers, Selasa (30/7), di gedung SMK TKM Purworejo, sesaat sebelum laga uji tanding, antara ISP (Ikatan Sepakbola Purworejo) Junior, dengan Timnas Pelajar U-16 (Runner-Up dalam International Youth Football Tournament 2019 di Guangzhou, China), di GOR WR Supratman, sore harinya.

Selain Angko, jumpa pers juga dihadiri Jorge Alejandro Marques Romero (pelatih timnas U-16), Rohman Supriyadi (Kepala Diklat Merden Banjarnegara), Asep Yuli Gunawan (asisten pelatih), Edi Ardyansah (asisten pelatih), dan Ki Gandung Ngadino (Kepala SMK TKM Purworejo).l

“Kita kesulitan merekrut pemain dari klub atau sekolah sepak bola yang ada karena cara berlatih dan pembinaanya berbeda. Karena itu harus ada Diklat sepakbola di Kabupaten Purworejo,” kata Angko.

Menurut Angko, saat ini, untuk meningkatkan kualitas pemain ISP Junior dalam menghadapi Piala Suratin U-17, pihaknya mengadakan uji tanding dengan klub-klub besar seperti PSS Sleman, Timnas Pelajar U-16, maupun tim lainnya. ISP akan berlaga di Piala Suratin pada 4 Agustus 2019 mendatang untuk Zona Jateng.

“Targetnya bukan menang atau kalah, yang penting mengambil pelajaran dan pengalaman dari uji tanding. Target kita tahun 2023 sudah punya klub profesional,” ucap Angko.

Sementara Jorge Alejandro Marques Romero menuturkan, membuat tim sepakbola menjadi sukses itu tidaklah mudah karena butuh tim kerja yang seimbang dari semua yang ada, baik dari pemain, pelatih serta pemangku kebijakan yang ada.

“Butuh proses yang panjang. Namun saya yakin Purworejo bisa maju dan memiliki tim bola yang profesional karena memiliki investasi hati dukungan dari pemerintah maupun stakeholder yang ada,”tutur Jorge.

Dalam kesempatan itu Ki Gandung Ngadina menyambut dengan adanya wacana perlunya ada Diklat sepakbola di Kabupaten Purworejo.

“Dalam dunia pendidikan, tidak hanya IQ saja, tapi juga butuh terampil sesuai bidang masing-masing. Diklat tersebut match dengan dunia pendidikan. Terkait hal tersebut SMK siap MoU dengan PSSI Purworejo,”tandas Ki Gandung. (W5)

Tinggalkan Komentar