Ari Driyaningsih, Alumni SMAN 1 Purworejo Terpilih Jadi Kepala Sekolah RI di Tokyo

PURWOREJO, Satu lagi alumni SMAN 1 Purworejo (Muda Ganesha/MG) yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dialah Ari Driyaningsih, MG 91 yang berhasil terpilih menjadi Kepala Sekolah Republik Indonesia di Tokyo,Jepang tahun 2022-2024.

Awal Februari mendatang, Ari akan berangkat bersama suaminya, Wahyu Primantiasto (49) dan dua putranya yakni Sekar Hapsari Ayuningtias (25) dan Primadriya Airlangga Sunatrya (13).

Adapun anak sulungnya yakni Driasto Puguh Nugroho (26) tidak ikut karena sudah di luar batas usia anak dan akan menikah pada akhir bulan Januari ini

Sekolah RI di Tokyo (SRIT) adalah salah satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang diselenggarakan oleh pemerintah. Tujuannya untuk memberikan layanan dan akses pendidikan nasional bagi WNI khususnya putra putri anak bangsa Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya.

Ari bersama suami dan tiga putra putrinya

Disamping itu, SRIT yang merupakan bagian dari KBRI Tokyo, menjadi salah satu ujung tombak dalam mengemban misi seni, budaya dan bahasa Indonesia kepada masyarakat Jepang pada umumnya dan ke sekolah-sekolah Jepang pada khususnya.

Perjalanan Ari meraih prestasi prestisius itu tentu tidak mudah. Ari yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Karanglewas, Kabupaten Banyumas itu menuturkan, pada tahap awal seleksi diikuti oleh ribuan peserta.

Seleksi penerimaan kepala sekolah Indonesia di Tokyo dan Kuala Lumpur itu dimulai pada bulan Juli tahun lalu. Seleksi awal, lanjut guru Bahasa Inggris tersebut, berupa seleksi administrasi. Meliputi persyaratan umum dan persyaratan khusus.

Seleksi tahap selanjutnya, kata Ari, berupa psikotes, tes kemampuan bahasa asing, dan Leaderless Group Discussion. Adapun seleksi akhir berupa presentasi, wawancara awal, dan wawancara akhir.

Ari Driyaningsih, dari kepala SMP di Karanglewas jadi kepala sekolah RI di Tokyo

Dari tahap awal seleksi, menurut Ari, dirinya tidak mematok target alias mengalir saja.

“Makanya ketika terpilih, saya sangat surprise dan menganggap ini sebagai anugerah terindah dari Allah,” ucapnya.

Memang tidak berlebihan, mengingat ini merupakan kesempatan langka karena tidak banyak orang mendapatkan peluang tersebut.

“Dari sekian ribu orang yang memiliki kesempatan, alhamdulillah Allah memilih saya,” kata Ari seperti tak henti-hentinya bersyukur.

“Seleksinya diikuti oleh kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK se-Indonesia. Sebagai gambaran, di level Kabupaten Banyumas saja ada 156 kepala sekolah,” tutur Ari kepada Purworejo News, Jumat (14/1).

Ari saat mempresentasikan hasil penelitian di forum ilmiah

Ari yang lahir 21 Januari 49 tahun lalu itu mengawali karier sebagai Guru Bahasa Inggris di SMKN 2 Purwokerto (1997-1999). Berikutnya menjadi guru di SMK Telkom Purwokerto (1997-1999), SMPN 1 Cilongok 1999-2013, dan SMPN 8 Purwokerto 2013-2016.

Jabatan sebagai kepala sekolah diawali di SMPN 3 Karanglewas dan di SMP N 1 Karanglewas sebelum akhirnya menjadi Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Selama belasan tahun menjalani masa kecilnya, Ari tinggal di Plaosan No 4 RT 4 RW Purworejo. Rumah itu hingga kini masih ditempati orang tuanya.

“Saya SD-nya di SD N 1 Purworejo, lalu tahun 1985 melanjutkan di SMPN 4 (sekarang SMPN 6), Lulus tahun 1988 masuk ke SMA N 1 Purworejo dan lulus 1991,” ujar Ari.

Ari, alumni MG 91 yang sarat prestasi

Tamat SMA, ibu tiga anak itu pun melanjutkan studi di IKIP Negeri Semarang Pendidikan Bahasa Inggris. Ari yang hobi traveling dan nonton film itu kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto tahun 2017, lulus dengan predikat Cumlaude terbaik 1 di PBSI dan terbaik 3 Magister.

Menurut Ari, selain bertugas sebagai kepala sekolah pada umumnya, di SRIT nanti dirinya juga harus mempromosikan budaya Indonesia. Termasuk menyukseskan program pemerintah.

Ari kini tinggal menunggu beberapa hari untuk tinggal di Tokyo. Selain mengemban amanah sebagai duta bangsa, Ari juga membawa kebanggaan baik bagi almamaternya maupun bagi masyarakat Purworejo.

Kiprahnya yang konsisten di dunia pendidikan diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi adik kelas untuk terus meningkatkan prestasi. Hal itu agar bisa “melahirkan” Ari lain yang dapat mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. (Dia)

Tinggalkan Komentar