Antisipasi Kurangnya Lahan Sawah, TP PKK Purworejo Gencarkan Pangan Non Beras

PURWOREJO, Tim Penggerak PKK terus menggencarkan program pangan atau aneka makanan non beras untuk dijadikan sebagai menu keluarga. Hal tersebut untuk mengantisipasi banyaknya lahan sawah yang didirikan bangunan gedung sehingga berpengaruh pada produksi beras.

Meski begitu, bahan pangan lain seperti ketela, sukun, waluh, dan sejenisnya juga tidak kalah kandungan karbohidrat sebagai pengganti beras. Bahkan pangan non beras juga bagus untuk orang-orang tertentu, misal penderita diabetes, karena kandungan gulanya rendah.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Hj Fatimah Verena Prihastyari Agus Bastian SE, pada pembukaan kegiatan Gerakan Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang Aman (B2SA) dan Etika di Meja Makan.

Acara dilakukan di Kantor PKK Kabupaten Purworejo, dihadiri Wakil Ketua PKK Dra Erna Setyowati Said Romadhon dan sejumlah pengurus. Kegiatan tersebut sebagai upaya memberdayakan dan mensejahterakan keluarga, dengan tetap memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam bahan pangan.

Dengan slogan kenyang tidak harus nasi, maka gerakan percepatan keanekaragaman konsumsi pangan yang bergizi seimbang dan aman serta etika di meja makan ini diharapkan dapat diimplementasikan di masyarakat.

Tohir saat menyampaikan materi


Ada dua narasumber dalam acara yang diikuti anggota TP kecamatan tersebut. Yakni Sri Bandu Sunardi dan Tohir, A.Md. Dalam paparannya, Sri Bandu antara lain menyampaikan beberapa etika di meja makan terutama acara prasmanan dan jamuan resmi.

Ia pun mengedukasi peserta saat mengambil nasi sayur hingga cara makan dan menaruh sendok. Termasuk aturan makan dalam jamuan resmi.

Adapun Tohir menjelaskan, gizi seimbang seimbang terdiri atas empat pilar antara lain mengonsumsi pangan beraneka ragam, membiasakan perilaku hidup sehat, melakukan aktivitas fisik, serta mempertahankan dan memantau berat badan normal.

Menurut staf Dinkes tersebut, pola makan bergizi seimbang menjadi tidak berguna apabila tidak diikuti dengan penerapan prinsip dan kebiasaan hidup bersih. (Dia)

Tinggalkan Komentar