Alumni SMKN 1 Purworejo Bakal Jadi Duta Indonesia di Ajang World Skill Competition Rusia

PURWOREJO, Slamet Sarwo Edi, lulusan SMKN 1 Purworejo tahun 2018, pada 22 – 27 Agustus 2019 mendatang akan mewakili Indonesia maju berlaga di World Skill Competition (WSC) di Kazan Rusia 2019 Bidang Prototype Modelling. Slamet Sarwo Edi kini tengah digembleng di bengkel SMKN 1 Purworejo dan ditangani langsung oleh Tim dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

“Selama tiga minggu Slamet mendapat pelatihan di sini dengan bimbingan langsung dari Tim PT TMMIN yang beranggotakan empat orang,” kata Kepala SMK Negeri 1 Purworejo, Budiyono, Kamis (25/7),

Dijelaskan, dalam WSC tersebut nantinya Slamet akan bersaing dengan peserta dari 12 negara.

“Kita selalu mendukung agar bisa berprestasi di tingkat internasional. Seperti sekarang ini kita memfasilitasi latihan di bengkel sekolah,” katanya.

Sementara Agung Sastrawan, Ketua Tim PT TMMIN sekaligus bertindak sebagai pembina, mengungkapkan, tahun ini cabang Prototype Modelling ditargetkan bisa meraih medali emas.

“Target kita meraih emas karena pada tahun 2017 hanya meraih perak, tahun 2015 perunggu dan tahun 2013 perak. Makanya kita berjuang keras untuk tahun ini agar dapat emas,”ungkap Agung.

Menyinggung soal fasilitas pelatihan yang disediakan di SMKN 1 Purworejo untuk mendukung mewujudkan target tersebut, Agung menilai fasilitas yang ada sudah cukup memadai.

“Fasilitas yang kita pakai adalah mesin CNC Milling. Mesin ini salah satu kompetensi yang nantinya dipakai di Prototype Modeling. Kebetulan program kontrol mesin CNC Milling di sini mendekati sama dengan yang akan dipakai di Kazan,” ucap Agung.

Namun diakuinya, memang ada sejumlah mesin yang tidak tersedia di bengkel SMKN 1 Purworejo. Sehingga dalam pelatihan menggunakan cara manual.

“Kekurangan ini sekaligus juga kelebihan karena atlet dilatih dalam membuat produk tidak semua mengandalkan mesin,”ujar Agung.

Lanjut Agung, dengan persiapan pelatihan yang ada selama ini Slamet dinilai cukup memiliki skil yang bagus karena produk-produk hasil karyanya lebih baik ketimbang atlet sebelumnya.

“Secara kualitas Slamet lebih baik. Makanya kita berjuang keras agar Slamet bisa meraih medali emas,” tandas Agung. (W5)

Tinggalkan Komentar