68 Desa di Purworejo Dilanda Kekeringan, Penduduk Kesulitan Air Bersih

PURWOREJO, Sebanyak 68 desa di 11 kecamatan dilanda kekeringan akibat musim kemarau ini. Dampak kekeringan musim ini diperkirakan akan meluas, pasalnya terdapat beberapa wilayah baru yang mengalami kesulitan air bersih pada tahun ini.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Sutrisno mengungkapkan, dari 68 desa, tujuh diantaranya adalah wilayah baru yang mengalami kekeringan. Padahal pada tahun sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah kekurangan air bersih.

Dari data baru, ketujuh desa yang kini mengalami kesulitan air bersih itu diantaranya Desa Clapar dan Kalirejo di Kecamatan Bagelen, Desa Karangsari dan Desa Pekacangan di Kecamatan Bener, serta Desa Kalikalong, Kalinongko, dan Kaliglagah di Kecamatan Loano.

“Ada tujuh desa yang pada musim kemarau sebelumnya tidak pernah mengalami kesulitan air bersih, kini mengajukan bantuan air bersih. Kemungkinan dampak musim kemarau kali ini lebih luas melihat gejala tersebut, ” kata Sutrisno, Jumat (28/6).

Ke-68 desa yang mengalami kesulitan air bersih tersebut masing-masing tersebar di Kecamatan Bener 10 desa, Kecamatan Loano dan Bagelen masing-masing sembilan desa. Di Kecamatan Purworejo tujuh desa, Kecamatan Kemiri, Pituruh dan Bayan masing-masing enam desa, Kecamatan Kaligesing, Grabag, dan Banyuurip masing-masing empat desa, serta Kecamatan Gebang tiga desa.

Dari desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih itu lanjut Sutrisno, sudah ada enam desa yang menerima droping air bersih masing-masing Desa Somorejo Kecamatan Bagelen, Desa Rowodadi Kecamatan Grabag, Desa Wonotulus, Donorati dan Sidomulyo di Kecamatan Purworejo, serta Desa Rendeng Kecamatan Gebang.

Sutrisno menuturkan, bagi desa atau wilayah yang belum menerima pasokan air bersih, namun telah mengalami kesulitan air dapat menghubungi pihak BPBD Purworejo untuk dapat diberikan bantuan. Menurutnya, selama ada permintaan bantuan air bersih akan terus diberikan.

“Dasar kami adalah laporan dan permintaan bantuan air bersih dari masyarakat melalui pemerintah desa setempat. Bantuan air bersih ini akan terus diberikan selama dibutuhkan dan ada permintaan, mengingat air adalah kebutuhan utama masyarakat,” pungkasnya. (W5)

Tinggalkan Komentar