64 Ribu Kendaraan Bermotor di Purworejo Menunggak Pajak Hingga Rp 25,8 Miliar

PURWOREJO, Potensi tunggakan pajak kendaraan bermotor di Purworejo terbilang tinggi. Dalam lima tahun terakhir tercatat ada 64. 240 kendaraan bermotor yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Adapun nominal tunggakannya mencapai angka Rp 25,8 miliar.

Rinciannya, tunggakan pajak kendaraan roda dua senilai Rp 7.893.641.001 dan roda empat  Rp 17.986.522.482.

Data tersebut diperoleh Purworejo News dari Kantor Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) pada Selasa (13/9). Jumlah kendaraan yang menunggak pajak tersebut terhitung sejak tahun 2017 hingga tahun 2021.

Kepala UPPD Kabupaten Purworejo Roedito Eka Suwarno menjelaskan tentang ketentuan bebas denda dan pokok pajak kendaraan bermotor yang diberlakukan kembali tahun ini.

Roedito : ayo bayar pajak kendaraan bermotor

“Buat yang telat bayar pajak kendaraannya,
denda pajak kendaraannya dibebaskan. Untuk yang kendaraannya masih atas nama orang lain, bea balik nama kendaraan second-nya dibebaskan, baik dalam maupun luar provinsi,” ucap Roedito.

Dijelaskannya, bagi yang belum membayar pajak lebih dari lima tahun maka cukup membayar pokok pajak tahun jalan (2022) dan pokok pajak tunggakan selama empat tahun. Adapun pokok pajak tahun kelima dan seterusnya dibebaskan, beserta seluruh denda PKB-nya.

Sebagai gambarannya, bagi yang telat membayar pajak mulai tahun 2017 maka cukup membayar pokok pajak selama empat tahun tunggakan ditambah pokok pajak tahun jalan yakni tahun 2022.

Aturan penghapusan denda tersebut, lanjut Roedito, berlaku mulai tanggal 7 September hingga 22 November mendatang. Sedangkan penghapusan bebas bea balik nama kendaraan  bermotor (BBNKB) berlaku hingga tanggal 22 Desember tahun ini.

Melalui kebijakan tersebut Roedito berharap masyarakat Purworejo pemilik kendaraan bermotor dapat memanfaatkannya sehingga kendaraan mereka aman dan dapat tidur nyenyak.

“Salah satu indikasi ketaatan kita sebagai warga negara yakni denganĀ  patuh membayar pajak, termasuk pajak kendaraan bermotor yang kita miliki. Kalau sudah membayar pajak rasanya plong dan bisa tidur nyenyak karena tidak merasa dioyak-oyak,” kata Roedito sembari mengingatkan.

“Ayo masyarakat Purworejo segera manfaatkan kesempatan ini, daripada kendaraan yang STNK-nya mati dua tahun akan dicabut regident-nya, dan tentu akan jadi kendaraan bodong,” pungkasnya.(Dia)

Tinggalkan Komentar