6 Wilayah Kota di Kabupaten Purworejo Masuk Kategori Kumuh

PURWOREJO, Sebanyak enam wilayah perkotaan yang ada di Kabupaten Purworejo masih tercatat sebagai kawasan kumuh dan perlu penataan. Yakni Kelurahan Baledono, Pangen Juru Tengah,  Pangenrejo, Purworejo, Mranti dan Keseneng. Total area di enam kelurahan tersebut seluas 49,869  hektare. 

Berdasarkan data dari Dinas Perkimtan Kabupaten Purworejo, dari keenam wilayah tersebut, yang paling kumuh yakni Kelurahan Baledono. Ke-6 wilayah tersebut tengah ditangani tahun 2022 ini.

“Beberapa indikator kawasan kumuh, diantaranya kepadatan penduduk, sistem drainase, sampah, jalan, toilet, dan pencahayaan jalan,” kata Sekdin Perkimtan Wiyoto Harjono, ST kepada Purworejo News,Jumat (3/6).

Karena banyaknya indikator tersebut, Wiyoto menyatakan, belum semua wilayah bisa tuntas ditangani tahun ini. “Paling tidak kami targetkan minimal seluas 20 hektare bisa tercapai,” jelasnya.

Sekdin Perkimtan Wiyoto Harjono, ST

Wiyoto menambahkan, sebelumnya Kelurahan Kutoarjo pun termasuk dalam kategori kawasan kumuh. Pengurangan Wilayah Kumuh  di Kelurahan Kutoarjo menggunakan dana APBD tahun 2021 dan APBN secara multiyears tahun 2021-2022.

Penanganan dari APBD dibagi dalam tiga paket. Yakni  Paket 1 nilai kontraknya Rp 593.242.000. Berupa penanganan drainase dan pembersihan bangunan di sepanjang Jalan Tegal, Jalan Merpati dan sempadan Saluran Sudagaran.

Paket 2, dengan nilai kontrak  Rp 190.344.000. Digunakan untuk pembuatan IPAL Komunal di Kampung Tegal dan Kelurahan Semawung Daleman.

Sedangkan penanganan dari APBN secara multiyears, nilai kontraknya Rp 12 miliar.
Meliputi penanganan drainase primer di sepanjang Jalan Merpati sampai saluran Sudagaran.

Fasilitas jalan sedang dipercantik

Adapun paket 3 nilai kontraknya sebesar Rp 426.676.000. Berupa pembuatan Ruang Terbuka Publik (RTP)  beserta tempat usaha kuliner bagi Warga Terdampak Proyek (WTP) sebanyak 22 kios.

Juga pembuatan saluran drainase dan trotoar di Jalan MT Haryono, Gang Tegal dan Jalan Kepodang. Lalu pembuatan trotoar untuk pedestrian di sepanjang sisi timur saluran Sudagaran.

Selain penataan kawasan kumuh, tahun 2022 direncanakan penyempurnaan RTP pembuatan gazebo untuk pusat kuliner dan teras bangunan. (Dia)

Tinggalkan Komentar