56 Desa di Purworejo Bakal Dilewati Ruas Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

PURWOREJO, Sebanyak 56 desa di Kabupaten Purworejo hampir pasti akan dilewati ruas jalan tol Cilacap-Yogyakarta. Ke-56 desa itu tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Butuh, Kutoarjo, Bayan Banyuurip, Ngombol, Purwodadi dan Bagelen. 

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penyusun Amdal dari PT Perentjana Djaja, Dr Dra Fauziah Hernarawati, M.Si, di depan peserta Konsultasi Publik AMDAL Rencana Pembangunan Ruas Jalan Tol Cilacap Yogyakarta, di Gedung Jati Indah, Selasa (23/8).

Acara dibuka oleh Kabag Pembangunan Setda Purworejo Anggit Wahyu Nugroho, mewakili Sekda Said Romadhon, dan dimoderatori Kepala Dinas LH dan Perikanan Wiyoto Hsrjono, ST.

Konsultasi Publik juga mengundang 56 kepala desa, ketua LPMK, serta LSM, untuk diminta pendapat dan tanggapannya.

Lebih lanjut Fauziah menjelaskan, adapun desa-desa yang akan dilewati jalan tol meliputi di Butuh (9 desa) yakni Tlogorejo, Lubangdukuh, Lubang Indangan, Lubang Kidul, Lubang Sampang, Kunir, Lugu, Lugurejo, dan Kaliwatubumi.

Jalur yang akan dilalui jalan tol Cilacap-Yogya

Di Kecamatan Kutoarjo (6 desa, 3 kelurahan) yaitu Majir, Kelurahan Bayem, Kepuh, Suren, Kelurahan Semawung Kembaran, Kelurahan Semawung Daleman, Kuwurejo, Sidarum, Pringgowijayan.

Di Kecamatan Bayan (3 desa) yakni Krandegan, Tanjungrejo, dan Banjarejo. Di Kecamatan Banyuurip (7 desa) yakni Kertosono, Seborokrapyak, Kliwonan, Tegal Kuning, Triwarno, Bajangrejo, dan Bencorejo.

Di Kecamatan Purwodadi (20 desa) yakni Sendangsari, Kesugihan, Purwosari, Pundensari, Jenar Lor, Jenar Kidul, Jenar Wetan, Watukuro, Sumber Sari, Kentengrejo, Bongkot, Sukomanah, Nampu, Gesing, Keponggok, Jogoresan, Jogoboyo, Kebonsari, Banjarsari, dan Karangsari.

Di Kecamatan Ngombol (7 desa) yakni Walikoro, Pulutan, Kedondong, Kuwukan, Wonosri, Kalitanjung, dan Jeruken. Serta di Kecamatan Bagelen hanya Desa Dadirejo.

Panjang Ruas Jalan Tol Cilacap- Yogyakarta sekutar 121,75 Km, lebar ROW 80 m, dengan perkiraan pembebasan lahan sebanyak 1.146,91 Ha, termasuk rencana usaha dan/atau kegiatan Wajib Memiliki Amdal.

Seorang peserta menyampaikan pendapatnya mengenai dampak pembangunan jalan tol

“Tujuan Konsultasi Publik ini yaitu sosialisasi secara langsung kepada masyarakat,terutama kelompok pemilik bangunan hunian dan lahan di sekitar rencana trase jalan tol. Juga untuk menerima saran dan pendapat serta tanggapan dari masyarakat,” jelasnya.

Menurut Fauziah, saat ini sedang tahap penyusunan KA Andal, yaitu tahapan pelingkupan untuk mengidentifikasi semua dampak potensial yang diprakirakan akan terjadi akibat dari rencana pembangunan jalan tol tersebut.

“Dengan osialisasi dan koordinasi intensif pada tahap ini diharapkan dapat memberikan informasi secara baik dan terpenuhinya aspek legalitas/perizinan serta apresiasi positif dari berbagai pihak guna lebih memperlancar terlaksanya kegiatan,” pungkasnya.

Sementara itu Sekda mengatakan, rencana pengembangan jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta merupakan skema pengembangan infrastruktur jalan, dan sebagai langkah integrasi sistem jaringan berdasarkan prakiraan potensi pertumbuhan pergerakan di masa mendatang.

Dikatakan, pengembangan jaringan jalan tol yang diprakarsai oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Kementrian PUPR RI diperkirakan memiliki Panjang 121,754 Km dan melewati Cilacap, Banyumas, Kebumen dan Purworejo.

Suasana Konsultasi Publik

“Jalan tol ini nantinya akan terkoneksi langsung dengan rencana ruas Jalan Tol Gedebage (Bandung)-Tasikmalaya-Cilacap dan ruas Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo,” tandasnya.

Salah satu dampak positif jalan ini akan berfungsi sebagai alternatif jalan arteri primer menghubungkan antar kota/daerah dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan lebih efisien dibandingkan ruas jalan eksisting antar kota dari Cilacap menuju Purworejo dan daerah sekitarnya. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tersebut.

Tetapi disamping dampak positif, tentu ada dampak lain yang harus kita antisipasi dengan adanya pembangunan jalan tol ini. Oleh karena itu diperlukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). (Nas)

7 comments

    1. Saya melihat lebih apik dengan konsep yang lama ..jauh dari jalan Raya ..jauh dari jalan Dangles pantai selatan juga jauh dari Sutet ,
      Melalui tengah sawah .
      Antara Desa Sruwohrejo dan Desa Ketug ..kec Butuh.. Melalui Desa Kedung Agung ,Kedungsri ,Kunir Rejo dst… Dampak polusi kedepan tidak banyak ngumpul di atas padat hunian kota Kutoarjo dan Purworejo

      1. Ya bener seharusnya lebih baik disebelah Utara didekat pegunungan biar gak bayak desa yang tergusur sebelah Utara rel kereta api

      2. Saya juga berpendapat seperti itu…jalurnya lebih efisien, jarak tempuhnya juga lebih singkat dibanding trase baru lebih jauh dgn titik akhir yang sama2 mengarah ke daendeles😁

    2. Jujur, sebagai warga Purworejo kami bangga jika kelak ada jalan tol yg melewati daerah kami dengan melintasi kawasan permukiman dan persawahan penduduk. Namun apakah pemerintah tidak semestinya memprioritaskan pembangunan jalan deandeles terlebih dahulu dengan 2 jalur. Dari arah Congot ke barat baru berhenti di desa geparang, kec Purwodadi, kapan dilanjutkan? Banyak kasus kecelakaan lalu lintas yg terjadi di jalur ini karena Medan yg lurus dan relatif sempit utk jalur antar kota dan provinsi, mohon perhatian pemerintah agar tidak makin banyak korban jiwa di jalur deandeles ini. Terima kasih.

  1. Bayangan desa yg asri akan sirna ketika membayangkan desa2 itu sdh berubah menjadi jalan tol, kenangan masa kecil yg indah dengan udara segar akan berubah mjd kebisingan.imbas pembangunan suara2 burung dan jengkerik serta katak disawah akan kemanakah suara2 kalian.

  2. Trase lama lebih efisien dari Kecamatan Butuh ke Jl Dandles Kecamatan Purwodadi . Langsung ke Bandara .
    .Purworejo untuk mendukung Industri dan wisata Pantai, perlu dibuka akses pintu Tol Satu lagi di Jl Kutoarjo arah Ketawang antara desa Sangubanyu dengan Aglik — Grabag demikian pedapat kami mohon Maaf.

Tinggalkan Komentar