PMK Mewabah, 50 Ekor Sapi di Somorejo Terpapar

PURWOREJO, Sejak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tanggal 14 Juni lalu di Purworejo, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus kematian akibat penyakit tersebut. Sebelumnya tercatat ada 60 sapi yang sempat terindikasi PMK. Tapi setelah diobati dan disemprot disinfektan, semuanya sembuh.

Ke-60 sapi itu, 50 diantaranya berada di Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen dan 10 lainnya di Kecamatan Purworejo. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadi Sadsila, SP, MM di ruang kerjanya, Selasa (29/6).

“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ditemukan kasus sapi mati akibat PMK. Temuan kasus (PMK) di Desa Somorejo sudah langsung diobati dan membaik sehingga tidak ada yang mati,” jelas Hadi kepada Purworejo News.

Disebutkan, saat proses pengobatan pihaknya juga melibatkan BPBD, Dinkes, dan Polres. BPBD menyemprotkan diisnfektan di lokasi kandang untuk sterilisasi. Dinkes menyediakan APD untuk petugas. Sedangkan Polres mengawasi lalu lintas ternak dari luar daerah.

Hadi Sadsila

Hadi menambahkan, seperti halnya menangani pasien Covid-19, petugas pun harus berganti APD setiap berganti lokasi menangani ternak yang akan ditreatment. Apalagi menurutnya, virus bisa terbawa hingga radius 10 Km.

Selain mengobati sapi yang bergejala, Dinas KPP juga akan memvaksin 500 sapi sehat, dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 200 dosis vaksin untuk sapi yang ada di 15 desa di Kecamatan Pituruh pada Jumat (1/6). Tahap berikutnya belum ditentukan lokasi dan waktunya.

Kabid Keswan Dinas KPP Drh Widarti menjelaskan, syarat vaksin bagi sapi yakni masuk dalam zona hijau dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain itu juga masih berumur panjang.

Widarti menambahkan, di Purworejo populasi sapi mencapai 22 ribu ekor. “Peternak sapi terbanyak di Kecamatan Ngombol dan Grabag. Selain itu ada delapan pasar hewan yang dipantau dan diawasi,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Widarti menjelaskan bahwa nantinya akan ada sosialisasi di tingkat desa untuk penyelenggaraan yang aman di masa maraknya PMK saat ini. (Dia)

Tinggalkan Komentar