448 Sarjana Universitas Muhammadiyah Purworejo Diwisuda Secara Drive Thru

PURWOREJO, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Selasa (24/11) mewisuda 448 mahasiswa dari 15 program studi. Untuk kali kedua, wisuda dilaksanakan dengan sistem drive thru yang digelar di halaman Kampus 1 UMP. Wisudawan datang ke tempat wisuda dengan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, dan langsung dilakukan pindah kuncir toga oleh Dekan fakultas masing-masing.

Sebelum wisuda dimulai, dalam sambutannya Rektor UMP Dr Rofiq Nurhadi, M.Ag mengatakan, wisuda sarjana ke-63 itu seyogyanya dilaksanakan Oktober 2020. Namun dengan adanya pandemi covid-19 yang belum berakhir, wisuda baru dapat dilaksanakan pada 24 dan 25 November.

“Ini kami lakukan semata-mata sebagai upaya untuk mencegah penyebaran covid-19,” tandas Rektor.

Dikatakan, saat ini kita telah memasuki era Revolusi Industri 4.0. Salah satu peluang besar yang makin terbuka lebar adalah berwirausaha. Fasilitas internet dan jaringan komunikasi yang makin terbuka memberikan kesempatan untuk mengakses pasar di seluruh dunia.

Pemindahan kucir toga sebagai tanda wisuda

“Tanpa batas negara, bahkan tanpa memerlukan modal ratusan juta. Yang dibutuhkan hanya niat dan nyali untuk mencoba,” tandas Rofiq Nurhadi.

Sementara itu Pjs Bupati Purworejo Ir Yuni Astuti, MA, dalam sambutan secara virtual mengatakan, meskipun wisuda terpaksa dilaksanakan dengan sistem drive thru, hal itu diharapkantidak mengurangi makna dan esensi wisuda. 

“Dalam momentum yang baik ini saya ingin menggarisbawahi pelaksanaan wusuda bulan November ini juga identik dengan Hari Pahlawan,” okatanya.

Diungkapkan, kita layak merasa bangga karena Kabupaten Purworejo merupakan gudangnya pahlawan dan tokoh Nasional seperti komponis WR Supratman, Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal Ahmad Yani, Letjen TNI Sarwo Edi Wibowo bahkan salah satunya ada tokoh Muhammadiyah yakni Mr Kasman Singodimedjo.

Relevan dengan hal itu, kata Yuni Astuti, para wisudawan harus mampu mewarisi nilai-nilai kepahlawanan itu, dengan mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk kemajuan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat.

Seorang calon wisudawan turun dari sepeda motor di arena wisuda

“Saudara hendaknya tidak menggantungkan masa depan dengan hanya mencari pekerjaan, namun justru membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” pungkasnya.

Pelaksanaan wisuda sarjana UMP kali ini juga diwarnai sinergitas antara rektorat dan Gereja Perawan Maria. Pihak UMP meminjam halaman gereja untuk parkir kendaraan orang tua/wali wisudawan.

Permohonan UMP disambut baik oleh pihak gereja. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Paroki, Yohanes Sugiyanto, pihaknya merasa senang bisa bekerjasama dengan UMP sebagai perwujudan adanya toleransi.

Sementara dari pihak UMP seperti yang disampaikan oleh Nurmansyah Alami, kerjasama dengan gereja Santa Perawan Maria sudah dua kali dilakukan. Pihak gereja dinilai sangat baik dan terbuka bekerjasama dengan UMP.

“Ini bukan hanya soal hubungan antarumat beragama, tetapi juga sebagai sesama warga bangsa,” ungkap dosen UMP itu. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *