4 Hari Operasi Patuh Candi Purworejo, Ratusan Pelanggar Bakal Terima “Surat Cinta”

PURWOREJO, Baru berjalan empat hari pelaksanaan Operasi Patuh Candi yang dimulai tanggal 13 Juni lalu, Polres Purworejo mencatat sudah ratusan pengendara yang melakukan pelanggaran. Mereka pun bersiap-siap menerima “surat cinta” berupa pemberitahuan identitas pemilik kendaraan serta bukti pelanggaran yang dilakukan.

“Hari pertama 120 pelanggar, hari kedua 251, hari ketiga 145. Hari ini sekitar 150 pelanggar,” kata Kasatlantas Polres Purworejo melalui KBO Satlantas Iptu Muslim Hidayat, S.Pd saat dihubungi Purworejo News pada Kamis (16/6).

Mereka, lanjut Muslim, melakukan pelanggaran yang terekam tidak hanya oleh petugas yang menggunakan helm berkamera, melainkan juga dari kamera ponsel petugas yang sudah dikoneksikan ke dalam sistem e-TLE.

Iptu Muslim Hidayat (tengah) saat gelar Ops

Pelaksanaannya pun, lanjut Muslim, secara hunting system atau tanpa razia. “Jadi kalau ditemui ada pelanggaran secara kasat mata, petugas langsung memotretnya,” tegas Muslim.

Hasilnya kemudian dimasukkan ke dalam data lalu dikirim ke alamat sesuai yang tertera di nopol kendaraan pelanggar LL. Muslim menyebutkan, ada tujuh prioritas pelanggaran yang direkam petugas penindak pelanggaran (dakgar).

“Yakni menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara masih di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak pakai helm standar dan safety belt saat berkendara, mabuk, melawan arus lalin, serta melebihi batas kecepatan,” rinci Muslim.

surat cinta” yang diterima pelanggar LL

Intinya, lanjut KBO Satlantas, Operasi Patuh Candi dilakukan untuk menekan terjadi pelanggaran yang berpotensi terjadinya laka dengan fatalitas korban meninggal dunia.

Tindakan yang dilakukan, lanjut Muslim, 20% berupa tindakan pre emtif, 20% preventif. Selebihnya yakni 60% represif melalui gakkum lantas dengan cara dakgar lantas terhadap pengendara yang berpotensi terjadinya laka.

Adapun yang menjadi sasaran operasi kali ini yakni pengguna jalan di jalan raya, pengendara yang tidak mematuhi ketentuan UULLAJ, serta kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknik dan laik jalan. (Dia)

Tinggalkan Komentar