Bupati Lantik 5 Pejabat Tinggi Pratama dan 16 Pejabat Administrator

PURWOREJO, Setelah melalui proses seleksi, lima pejabat Pimpinan Tinggi Pratama/PTP (eselon 2) di lingkungan Pemkab Purworejo akhirnya dilantik. Selain lima pejabat eselon 2, bupati juga melantik 16 pejabat administrator atau eselon 3. Acara pengambilan sumpah/janji dilakukan di Ruang Arahiwang Setda pada Jumat (24/6) siang.

Lima formasi yang diisi yakni Kepala Dinas Kominfostasandi, kini dijabat oleh Yudhi Agung Prihatno, S.STP. MM yang semula Camat Grabag. Kemudian Kepala Dinas LH dan Perikanan yang dijabat Wiyoto Harjono, ST, sebelumnya Sekdin Perkimtan. Jabatan Kadin Ketahanan Pangan dan Pertanian kini dijabat Hadi Sadsila, SP, MM yang sebelumnya Kabag Perekonomian Setda.

Kepala Badan Kesbangpol dijabat oleh Agus Widiyanto, SIP, M.Si yang semula Camat Bener. Adapun Rita Purnama, S.STP, MM yang semula Kabag Prokopim Setda kini menjabat sebagai Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Selain itu, dalam acara tersebut Bupati Purworejo Agus Bastian juga melantik 16 pejabat administrator (Eselon 3) di lingkungan Pemda. Dari 16 pejabat yang dilantik ada yang bertukar tempat. Seperti Camat Butuh dan Pituruh, serta Camat Ngombol dan Purworejo.

Ada pula yang dari jabatan kabid menjadi camat yakni Galuh Bakti Pertiwi,S.STP, MM semula Kabid IKP Dinkominfostasandi yang kini menjadi Camat Kutoarjo.

Kenaikan jabatan juga dari Sekcam menjadi camat. Yakni Siswantoro Dwi Nugroho, S.STP, MM yang menjadi Camat Banyuurip. Juga ada tiga kasi kecamatan dipromosikan menjadi sekcam.

Usai pelantikan, selain menyampaikan selamat, Bupati Agus Purworejo juga berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh rasa tanggung jawab. Mereka juga diharapkan terus mengembangkan kompetensi diri, loyal, penuh dedikasi dan berintegritas.

Selain merinci tugas dan tanggung jawab para pejabat baik pimpinan tinggi pratama dan administrator, Bupati juga menyampaikan visi dan misi Purworejo yang harus dipahami dan dijalani bersama.

“Di sektor publik berbagai perubahan pesat di lingkungan yang ditandai dengan fenomena disrupsi, menjadikan birokrasi harus berpikir dan bertindak secara strategis, responsif dan inovatif,” ucap Bupati. (Dia)

Tinggalkan Komentar