Beli Obat Terlarang dari Resep Dokter, Warga Siligundi Diamankan Polisi

PURWOREJO, Satuan Narkoba Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus seorang warga Gang Siligundi, Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo, yang diduga menjadi pelaku dalam hal menguasai obat terlarang secara ilegal. Tersangka kini diamankan oleh pihak kepolisian.

Diketahui, tersangka membeli Alprazolam dari seseorang yang menggunakan modus berobat dengan keluhan jiwa. Dokter pun memberikan resep obat tersebut. Pelaku membeli obat yang masuk dalam daftar jenis psikotropika golongan IV tersebut.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 62 UU Psikotropika dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara denda Rp 100 juta.

Kasat Narkoba AKP Khusen Martono, SH, MH menyampaikan hal tersebut kepada Purworejo News, Jumat (14/1) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Khusen menambahkan, perkara kasus narkoba tahun 2021 yang berhasil diungkap Polres Purworejo, sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 17 kasus, meliputi kasus narkotika serta penggunaan obat terlarang.

Khusen merinci, pengguna narkotika biasanya kalangan pekerja. Sedangkan obat terlarang seperti pil koplo biasanya dikonsumsi oleh pelajar atau anak-anak punk.

Terkait kegiatan yang dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, sejak tahun lalu Polres Purworejo bekerjasama dengan BNN Kabupaten Magelang mencanangkan kampung tangguh bersih narkoba di dua desa yakni Krandegan dan Jatimalang pada bulan Desember lalu.

AKP Khusen Martono, SH, MH

“Di dua desa tersebut sudah ada tim relawan anti narkoba dan Intervensi Berbasis Mandiri (IBM). Artinya kalau ada pengguna di tingkat desa akan ditangani tim IBM yang terdiri atas penegak hukum, tim dari kesehatan, serta tokoh masyakarat,” ungkap Khusen.

Tahun ini, lanjut Khusen, cakupan kerjasama akan diperluas ke desa lain, terutama wilayah yang berbatasan dengan perairan Indonesia. “Hal tersebut untuk mengantisipasi bila ada peredaran melalui jalur laut”.

Lebih jauh Khusen mengungkapkan, untuk wilayah Purworejo sebagian besar masih masuk dalam kategori pengguna. Kalaupun ada pengedar, lanjutnya, bukan bandar besar melainkan hanya titipan.

Untuk itu, pihaknya menetapkannya dalam bentuk Tes Asesmen Terpadu (TAT). Bila terbukti pengguna maka akan direhabilitasi. Meski demikian bisa juga dipidanakan dengan ancaman 3 tahun sesuai pasal 127 UU Anti Narkotika.

Usai pandemi mereda, pihaknya akan mengadakan sosialisasi pemberantasan dan pencegahan narkoba ke sekolah-sekolah serta karang taruna. “Program yang dijalankan berupa Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),”

Tak hanya itu, razia di rutan dan tempat hiburan juga rutin dilakukan. “Dengan adanya P4GN diharapkan peredaran narkoba bisa bersih di wilayah Purworejo. Tugas kami tidak hanya penyelidikan, tapi juga pencegahan,” pungkas Khusen. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *