Terungkap, Dita Ternyata Tidak Hilang, tapi Dibawa Ayahnya Keliling Purworejo

PURWOREJO, Terkuak sudah motif “hilangnya” Anindita Aulia Hafiizah (Dita), bocah warga RT RW 3 Dusun Sitanjung, Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo, yang sempat bikin heboh warga Purworejo dalam tiga hari terakhir.

Dita ternyata dibawa pergi oleh ayah kandungnya, Joko Wibowo (31), terkait masalah keluarga yang selama ini dianggap kurang harmonis bersama istrinya.

Pengakuan itu disampaikan Joko Wibowo saat berada di Polsek Purworejo pada Kamis (13/1) siang. Dalam keterangannya, Joko didampingi oleh Kapolsek Purworejo AKP Joko Nurwanto, SH, Wakapolsek Iptu Irfan S, serta Kepala Kelurahan Pangen Jurutengah, Widodo SE.

Dalam pengakuannya, Joko mengatakan, alasannya melakukan tindakan itu karena masalah keluarga.

Joko Wibowo (paling kanan) bersama Dita dan istrinya saat berada di Polsek Purworejo

“Saat kejadian itu saya membawa Dita di seputar wilayah Purworejo saja. Saya ngapusi istri saya dengan mengatakan pergi ke Trenggalek dan ke Gunung Kawi. Semua (yang saya sampaikan) itu tidak benar,” tutur Joko.

Selama dua malam bersama Dita, Joko mengaku menginap di tempat seadanya. Adapun uang yang ditransfer itu diberikannya kepada Dita.

“Dita saya bawa tanpa sepengetahuan istri karena ada sedikit permasalahan dengan keluarga, yakni agar mendapatkan perhatian yang lebih dari istri. Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada semua masyarakat Purworejo,” kata Joko.

Proses interogasi di Polsek dilakukan secara tertutup selama tiga jam. Dita dan ibunya, Ratna Asih, dikorek keterangannya secara terpisah oleh Kanit PPA Polres Purworejo Aiptu Diah. Adapun Joko diinterogasi oleh Kanit Reksrim Polsek Purworejo Aiptu Arif Krustanto di ruangannya.

Joko Wibowo dan Lurah Pangen Jurutengah Widodo

Kapolsek Purworejo Joko Nurwanto menegaskan, intinya Dita tidak hilang, hanya dibawa bapaknya tanpa sepengetahuan istri hingga menyebabkan kegaduhan.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran dan pengalaman agar jangan sampai terulang. Selanjutnya saya serahkan kepada Bapak Lurah (Pangen Jurutengah) untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Terkait permasalahan tersebut, Kepala Kelurahan Pangen Jurutengah, Widodo, SE menyebutkan, pihaknya akan segera memediasi Ratna dan Joko terkait permasalahan yang terjadi. Juga akan mempertemukan dengan perwakilan warga untuk mengklarifikasi peristiwa yang terjadi sebenarnya.

“Harapannya bisa terjadi kesepakatan agar Joko membuat pernyataan dan permintaan maaf kepada semua pihak untuk tidak mengulangi perbuatan yang meresahkan warga. Disamping itu juga agar warga bisa menerima Joko kembali,” pungkasnya. (Dia)

4 comments

  1. Lebih baik dihukum yg setimpal pakk, soalnya udah bikin kesel 1 purworejo udah bikin resahh dan panikk. Ngeselinnn sumpaaahh

  2. Pelajaran buruk buat kita orang tua jika ada masalah suami/Istri slesaikan secara dewasa bijak dan arif jng sampai tau anak” apalagi sampai membawa/melibatkan anak” sebab mereka jiwanya akan terganggu ( trauma ) sepanjang hidupnya🙏

  3. Harus ada komunikasi dan interaksi yg harmonis antara keluarga, baik istri, suami, anak dan keluarga yg lainnya. Tindakan Pak Joko jangan sampai terulang kembali. Seandainya Pak Joko minta istrinya untuk mengajak anak kandungnya, pasti istrinya memperbolehkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *