Sejak Jadi Syarat Adminstrasi, Bisnis Cetak Kartu Vaksin Kini Marak

PURWOREJO, Di tengah sepinya usaha fotokopi akibat tidak adanya aktivitas secara tatap muka di sekolah dan instansi, beberapa usaha percetakan dan fotokopi di Purworejo mendapat rejeki dari pandemi Covid-19 berupa cetak kartu vaksin berbentuk semacam kartu ATM.

Seperti diungkapkan oleh karyawan kios percetakan dan fotokopi Lestari, Syarif (24), sudah sejak dua minggu lalu dirinya “banjir” orderan cetak kartu vaksin. Tampaknya kartu vaksi saat ini dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan.

“Sejak banyak yang divaksin sekitar dua minggu lalu, sehari rata-rata saya menerima orderan cetak 50 kartu vaksin, bahkan pernah sampai 70 kartu” ungkap Syarif saat ditemui di kiosnya, Sabtu (14/8).

Kios berukuran 3×3 meter yang lokasinya berada di sebelah timur SMPN 2 itu selama ini memang spesialis cetak ID card selain fotokopi. Syarif membandrol harga Rp 10.000 untuk setiap kartu berbahan PVC itu.

Syarif di kiosnya

Cetak minimal 20 kartu harganya jadi Rp 7.500/kartu. Waktu cetaknya, kata Syarif, sekitar 30 menit. “Jadi bisa ditunggu,” katanya.

Hal yang sama juga dialami oleh percetakan dan fotokopi ACBS yang terletak di Jalan Ahmad Yani No. 19 atau perempatan UMP. Menurut penuturan karyawannya, Dwi (24), pembuatan kartu vaksin mulai marak sejak akhir Juli sampai sekarang.

Disebutkan, harga yang dibandrol untuk cetak satu kartu yakni Rp 25.000. “Untuk cetak minimal empat kartu harganya Rp 15.000,” terang Dwi. Bahannya pun sama yakni kertas PVC yang memang dibuat untuk ID Card.

Percetakan yang buka mulai pukul 06.00 hingga 20.00 itu itu mematok waktu pembuatan kartu vaksin maksimal satu jam.

Senada dengan Syarif, Dwi juga mengakui bahwa usaha cetak kartu vaksin dapat mendongkrak pemasukan yang sempat anjlok akibat sepinya fotokopi yang selama jni menjadi salah satu andalan pemasukan. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *