“Berkah” Pandemi Covid-19, Indolab Sempat Kewalahan Layani Swab

PURWOREJO, Pandemi Covid-19 membawa “berkah” tersendiri bagi Laboratorium Indolab. Ya, karena Indolab yang belum genap berdiri empat tahun tepatnya tanggal 16 Desember 2017 itu banyak menjadi rujukan berbagai pihak untuk mendapatkan hasil lab terkait dengan Covid-19 yakni positif atau negatif.

Ditemui di ruangannya pada Rabu sore, pimpinan Indolab Sri Nuryati, A.Md, AK menyebutkan, sejak awal pandemi memang pihaknya mulai menjadi rujukan untuk kepentingan tracking atau pelacakan terhadap mereka yang diduga melakukan kontak erat dengan pihak yang terkonfirmasi Covid-19.

“Kondisi itu terjadi hingga beberapa waktu lalu sebelum diberlakukannya PPKM. Meski masih banyak yang melakukan tes dalam bentuk tes antibody, antigen, maupun PCR untuk keperluan tracking, sekarang ini trendnya hasil tes digunakan untuk keperluan surat keterangan (Suket) negatif Covid-19,” ungkap Sri Nuryati yang akrab disapa Inung.

Suket itu, lanjut Inung, digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk syarat menggunakan transportasi seperti pesawat atau syarat mengikuti kegiatan yang mengharuskan adanya suket bebas Covid-19. Yercatat beberapa instansi dan perusahaan yang mempercayakan pemeriksaan tes Covid-19 kepada Indolab.

Sri Nuryati, terima layanan home care

Puncaknya, menurut Inung, yakni pada akhir Juni hingga akhir Juli, permintaan hasil tes bebas Covid-19 melonjak tajam. Paling banyak yakni permintaan tes antigen.

Bahkan pernah dalam sehari empat orang swaber yang ada di Indolab dikerahkan untuk melakukan tes antigen kepada 350 orang. Padahal Indolab hanya buka hingga pukul 14.00.

Dalam sehari, pernah hasil positif Covid-19 mencapai 45 orang pada awal Juli. Setelah itu dalam sehari rata-rata 20-30 orang yang positif Covid-19 dari sekitar 120 orang yang melakukan tes.

Awal Agustus ini menurut Inung sudah membaik. Paling banyak 10 orang dalam sehari. Tanggal 2 Agustus lalu bahkan hanya satu yang dinyatakan positif dari sekitar 50 orang yang melakukan tes.

Pimpinan dan karyawan Indolab

Lama waktu tunggu hasil tes, untuk antigen sekitar 30 menit setelah diambil sampelnya. Sedangkan tes PCR H+1, dengan catatan dilakukan maksimal pukul 10 pagi.

Selain melakukan tes di Indolab, Inung dan karyawannya juga menerima layanan home care atau kunjungan ke rumah bagi mereka yang menginginkannya. Tarifnya, kata Inung, sama dengan yang diberlakukan bila mereka datang ke Indolab yakni Rp 160.000 untuk tes antigen.

“Ini karena niat kami memang pengabdian. Bagaimanapun harus kami layani secara profesional. Sesuai dengan prinsip kerja kami yakni melayani dan mengedukasi,” terang Inung.

Bentuk edukasi yang dilakukan, kata Inung, terutama diberikan kepada mereka yang hasil tesnya posotif Covid-19.

Petugas Indolab sedang menangani PCR

“Ada dokter khusus yang akan mengedukasi bagi mereka yang harus menjalani isoman; apa yang harus dilakukan,” jelas Inung.

Termasuk juga menyampaikan informasi bila hasil tes positif Covid-19 itu dilengkapi dengan KTP dan KK untuk mendapatkan obat dan vitamin gratis dari IGD RSUD RAA Tjokronegoro.

Inung berharap agar semua pihak dapat sama-sama menjaga dan aware terhadap gejala Covid-19. “Jangan lagi menganggap Covid-19 sebagai penyakit yang menimbulkan aib dan tabu untuk disampaikan. Jangan pula mengatakan bahwa Covid-19 sebagai konspirasi belaka”.

Inung juga menghimbau agar masyarakat tidak lagi pobhi (takut) bila hendak periksa ke dokter atau rumah sakit karena takut divonis positif Covid-19.

“Kalau memang perlu berobat atau periksa ke dokter atau ke rumah sakit ya berobat saja, agar bisa segera ditangani. Jangan sampai terlambat atau kondisinya memburuk,” himbaunya. (Dia)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *