Penjelasan BBWS Tentang Metode Penggalian Quarry Desa Wadas

PURWOREJO, Kepala Bidang PJSA BBWS Yosiandi Radi Wicaksono, menjelaskan, pihaknya  telah melakukan sosialisasi soal quarry Desa Wadas yang pertama pada 22 April 2021 di Balai Desa Cacaban dengan pemilik tanah Desa Wadas yang tinggal di luar desa. 

“Namun pada sosialisasi kedua pada 23 April 2021 gagal dilakukan, karena sejumlah warga menutup akses jalan kabupaten,” katanya pada pertemuan penyelesaian masalah quarry Desa Wadas, di Ruang Bagelen Setda, Kamis (29/4).

Saat ini, pihaknya sebenarnya telah siap untuk melaksanakan pemasangan trace. Pemasangan patok trace direncanakan dilakukan mulai taggal 25 April hingga 11 Mei 2021. Namun untuk alasan keamanan, saat ini pihanya menunggu arahan dari pihak Polres dan Kodim.

Yosiandi menjelaskan, dari target 114 Ha yang akan dibebaskan, sebenarnya hanya 64 Ha yang akan dilakukan ekskavasi. Sedang 54 Ha lagi tidak digali karena lokasinya dekat dengan pemukiman. 

“Rencana penggalian batu jauh dari pemukiman warga, kurang lebih 300 m. Jadi sudah ada jarak aman antara lokasi penggalian dengan pemukiman. Antara lokasi penggalian dan pemukiman adalah bukit, sehingga lebih aman,” terang Yosiandi.

Metode yang digunakan untuk menggali juga menggunakan metode yang dapat mencegah terjadinya longsoran. Penggalian tersebut juga tidak akan membentuk lubang, karena metode yang digunakan dengan memotong. 

Kedalaman maksimal hanya 1-2 meter yang nantinya juga akan dilakukan reklamasi kembali.

“Dengan metode ini, isu permasalahan perusakan lingkungan diharapkan tidak akan terjadi. Jika ditemukan adanya mata air, kami juga akan melakukan penanganan dengan membuatkan jalur pengaliran yang lebih memadai” imbuhnya.

Setelah dilakukan reklamasi, pihaknya akan mencoba untuk mengelola lahan tersebut guna peningkatan potensi wisata. Nantinya lokasi quarry diproyeksikan dapat dijadikan ruang terbuka, seperti pembangunan rest area atau tempat wisata lainnya. 

“Jarak 10 km dari Desa Wadas hingga Bendungan Bener juga merupakan wilayah yang nantinya dapat dikembangkan,” pungkasnya. (Nas)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *